Latihan Setahun Penuh, PSDC Mimika Wakili Papua Tengah Targetkan Juara Masuk di Pesparawi Nasional


TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Kontingen Pesparawi Kabupaten Mimika siap berlaga dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat. Mewakili Provinsi Papua Tengah, kontingen Mimika dijadwalkan turun di dua kategori lomba, yakni Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dan penyanyi solo.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Mimika, Yohan Ade Matulessy, menjelaskan bahwa tim PSDC Mimika akan bertolak menuju Manokwari pada 21 Juni 2026 dan dijadwalkan kembali pada 28 Juni 2026. Menurut Yohan, jika tim PSDC Mimika berhasil menyabet gelar champion di Manokwari, mereka akan melaju ke babak kompetisi baru yang mempertemukan para juara dari seluruh Indonesia.

“Jika PSDC berhasil mendapat champion di Manokwari, mereka akan diadu lagi dengan champion-champion dari seluruh Indonesia. Ini satu event baru,” ujar Yohan dalam laporan kepanitiaan saat ibadah syukur pelepasan kontingen di Grand Tembaga Hotel, Jalan Yos Sudarso, Timika, Sabtu malam, 13 Juni 2026.

Yohan menambahkan, dalam ajang yang berlangsung pada 18–28 Juni 2026 ini, Provinsi Papua Tengah tidak hanya diwakili oleh Mimika. Dua kabupaten lain, yakni Nabire dan Puncak, juga turut mengirimkan kontingennya untuk bergabung memperkuat keterwakilan provinsi baru tersebut.

Imbas Jadwal yang Berubah-ubah

Persiapan panjang telah dilalui oleh tim PSDC Mimika. Pelatih PSDC, Hugo Iwanggin, mengungkapkan bahwa anak asuhnya telah digembleng sejak 2025, persis setelah mereka mengikuti Pesparawi Se-Tanah Papua di Keerom pada Desember 2024.

Durasi latihan yang memakan waktu hingga satu tahun lebih ini terjadi lantaran adanya dinamika waktu penyelenggaraan di tingkat nasional. “Ada beberapa kali perubahan waktu penyelenggaraan karena satu dan lain hal menyangkut peraturan pemerintah, sehingga ditunda. Jadi latihan kami cukup panjang,” kata Hugo.

Meski diterpa ketidakpastian jadwal, Hugo memastikan timnya tetap fokus. Di bawah arahannya, tim PSDC telah mematangkan tiga lagu yang akan dibawakan di panggung nasional, meliputi satu lagu wajib, satu lagu pilihan terikat, dan satu lagu pilihan bebas.

Hugo menekankan bahwa target utama tim bukan sekadar mengejar trofi, melainkan memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk pelayanan spiritual. “Kita pergi ke Manokwari untuk mewartakan kemuliaan nama Tuhan lewat puji-pujian. Semua hanya untuk hormat dan kemuliaan nama-Nya,” ucap Hugo. (nls)

Berita Terkait

Top