Mimika Berangkatkan 20 Anak Terlantar dan Disabilitas Ikuti Pelatihan di Jakarta-Bogor
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial akan memberangkatkan 20 anak terlantar, putus sekolah, dan penyandang disabilitas ke Jakarta dan Bogor untuk mengikuti program rehabilitasi sosial selama enam bulan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Yulita Kudiai, mengatakan program tersebut bertujuan memulihkan fungsi sosial peserta sekaligus membekali mereka dengan keterampilan kerja agar mampu hidup mandiri.
“Peserta akan dilatih berbagai keterampilan, seperti perbengkelan, kerajinan tangan, dan keterampilan lainnya. Program ini terbuka bagi semua suku,” kata Yulita di Timika, baru-baru ini.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta akan mendapatkan pembinaan melalui yayasan mitra di Jakarta dan Bogor. Menurut Yulita, Dinas Sosial berperan sebagai fasilitator yang mengurus proses keberangkatan hingga pemulangan peserta setelah program selesai.
“Tugas kami memfasilitasi rehabilitasi sosial melalui yayasan. Setelah enam bulan, mereka akan kembali kepada keluarga masing-masing,” ujarnya.
Yulita menjelaskan seluruh proses asesmen dan administrasi telah diselesaikan. Saat ini Dinas Sosial tinggal menunggu pencairan anggaran dan surat balasan dari pihak yayasan sebelum peserta diberangkatkan.
“Surat dan asesmen sudah kami kirim. Administrasi juga sudah siap. Tinggal menunggu anggaran dan surat balasan dari yayasan, kemudian anak-anak akan diberangkatkan ke Jakarta dan Bogor,” katanya.
Program tersebut merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang rehabilitasi sosial yang dilaksanakan setiap tahun oleh Dinas Sosial Kabupaten Mimika.
Menurut Yulita, program itu terbukti efektif meningkatkan kemandirian peserta. Sejumlah alumni telah memiliki pekerjaan setelah mengikuti pelatihan, termasuk seorang penyandang disabilitas yang kini bekerja sebagai tukang bangunan di Timika.
“Ada banyak yang berhasil. Salah satunya penyandang disabilitas yang setelah pulang dari yayasan kini bekerja sebagai tukang bangunan,” ujar Yulita.(nls)






