BRIDA Mimika Umumkan Tiga Besar Lomba Inovasi Daerah Mimika Innovation Week
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika mengumumkan sejumlah inovasi yang masuk tiga besar dalam Lomba Inovasi Daerah pada rangkaian Mimika Innovation Week (MIW) 2026.
Inovasi tersebut berasal dari perangkat daerah, instansi vertikal, satuan pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, mitra pembangunan, hingga masyarakat di Kabupaten Mimika.
Pelaksana Tugas Kepala BRIDA Mimika Darius Sabon Rain mengatakan Mimika Innovation Week tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk membangun budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan.
“Melalui Mimika Innovation Week 2026, kami ingin menghadirkan ekosistem inovasi yang mampu mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat,” kata Darius dalam keterangan yang diterima, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurut dia, inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak tujuh kategori diperlombakan dalam ajang tersebut, yakni Inovasi Pelayanan Publik, Inovasi Tata Kelola Pemerintahan, Inovasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Inovasi Tingkat Satuan Pendidikan, Inovasi Sektor Publik, Inovasi Mitra Pembangunan Mimika, dan Inovasi Warga Mimika.
Pada kategori Inovasi Pelayanan Publik, tiga inovasi yang diumumkan adalah PATEN Gunung Mesir dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mimika, SA ANTAR KO dari RSUD Mimika, serta Sicantik Mimika dari Dinas Perikanan.
Kategori Inovasi Tata Kelola Pemerintahan diisi E-Pintas Mimika dari Dinas Perhubungan, Laboratorium Gerakan Sadar Tertib Arsip atau LAB GARATSI dari Dinas Perpustakaan, serta SIASIK dari RSUD Mimika.
Adapun inovasi di bidang pelayanan kesehatan masyarakat adalah GERCEP ANJELII BAHAGIA dari Puskesmas Mapurujaya, LINDA-2 dari Puskesmas Timika, dan SABAR dari Puskesmas Wania.
Pada kategori satuan pendidikan, inovasi yang masuk daftar adalah ADISPENSEL dari SMP Negeri 9 Mimika, BAUWE dari SD Negeri Sentra Pendidikan, serta PAPEDA PROKSI dari SD Negeri Koperapoka 1.
Sementara kategori Inovasi Sektor Publik diisi EAZY PASPOR dan KAMI PAPEDA dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Timika, serta REGITA dari Balai Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Mimika.
Untuk kategori Inovasi Mitra Pembangunan Mimika, BRIDA mengumumkan Mimika Halal Abattoir atau MHA yang dikembangkan oleh LDII Mimika.
Pada kategori Inovasi Warga Mimika, inovasi yang masuk daftar adalah EMAS MIMIKA karya Viano, MEIS atau Mimika Employment Intelligence System karya Idris Manika, serta SIPAMANIS karya Aditya Abidol.
BRIDA menegaskan daftar inovasi tersebut disusun berdasarkan urutan abjad dan bukan menunjukkan peringkat. Penetapan juara akan dilakukan setelah para peserta menjalani tahapan presentasi di hadapan dewan juri.
Presentasi tiga besar untuk setiap kategori dijadwalkan berlangsung pada 4–7 Agustus 2026. Setelah itu, BRIDA akan menggelar Pameran Inovasi Daerah pada 13–14 Agustus 2026.
Puncak Mimika Innovation Week akan berlangsung pada 15 Agustus 2026 dengan agenda pengumuman pemenang. Para juara akan menerima piala bergilir, laptop, telepon seluler, dan hadiah lainnya yang akan diserahkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Darius mengatakan keberhasilan dalam kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh hasil akhir. Ia meminta seluruh peserta tetap mengembangkan gagasan dan menyempurnakan inovasi yang telah dibuat.
“Setiap inovasi memiliki nilai, dan setiap langkah kecil menuju perubahan adalah kontribusi nyata bagi terwujudnya Mimika yang semakin maju, adaptif, dan berdaya saing,” kata dia. (trm)






