Pemkab Mimika Sosialisasikan Bahaya Psikotropika dan HIV/AIDS kepada 350 Remaja
TIMIKA, KONTENMIMIKAcom — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah menggelar sosialisasi bahaya psikotropika dan HIV/AIDS kepada 350 anak dan remaja dari berbagai unsur keagamaan di Timika, Papua Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Grand Tembaga Hotel, Jalan Budi Utomo, itu diikuti remaja dari berbagai denominasi gereja serta komunitas Masjid, Pura, dan Vihara.
Sosialisasi dibuka Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, yang mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob. Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Mimika, Ruslan Awumbas, serta Yoan Tauran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sebagai narasumber.

Ketua Panitia Benni Pagita mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya psikotropika serta penularan dan pencegahan HIV/AIDS.
“Peserta diharapkan memperoleh informasi yang akurat mengenai jenis-jenis psikotropika, penularan dan pencegahan HIV/AIDS, serta dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial,” kata Benni.
Menurut dia, sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah penularan HIV baru, termasuk risiko penularan melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan perilaku berisiko lainnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran remaja agar mampu menjaga diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Benni juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS agar mereka memperoleh dukungan sosial yang layak. “Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong rehabilitasi bagi orang yang mengalami penyalahgunaan psikotropika,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Fransiskus Bokeyau mengatakan masa depan Kabupaten Mimika sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini. Karena itu, kata dia, memastikan remaja tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan terbebas dari pengaruh negatif merupakan tanggung jawab bersama.
“Remaja merupakan aset yang sangat berharga bagi masa depan daerah, bangsa, dan negara,” kata Frans.
Ia mengatakan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika serta penyebaran HIV/AIDS masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat.
Penyalahgunaan obat-obatan terlarang, menurut dia, tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat merusak masa depan, menghambat pendidikan, mengganggu hubungan keluarga, hingga memicu berbagai tindak kriminal.
Sementara itu, HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat. Kurangnya pemahaman, informasi yang keliru, serta perilaku hidup berisiko dapat meningkatkan potensi penularan, terutama di kalangan usia muda.
Karena itu, Frans menilai edukasi sejak dini penting untuk membangun kesadaran dan membentuk karakter generasi muda agar mampu menjaga diri serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mimika, kata dia, menyambut baik keterlibatan sekitar 350 anak dan remaja dari berbagai latar belakang keagamaan. Keberagaman peserta dinilai menjadi wujud kebersamaan dalam membangun generasi muda yang sehat dan berkarakter tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan.
“Keberagaman ini merupakan kekuatan besar bagi Kabupaten Mimika,” ujar Frans.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bahaya psikotropika dan HIV/AIDS, tetapi juga mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta membangun semangat kebersamaan dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
Frans meminta peserta memanfaatkan kegiatan itu sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, dan memperoleh informasi yang benar dari narasumber yang kompeten.
“Pengetahuan merupakan benteng pertama dalam melindungi diri dari berbagai pengaruh negatif,” katanya.
Ia juga mengajak orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membina generasi muda.
Menurut Frans, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mimika, kata dia, akan terus mendukung program pembinaan mental dan spiritual, peningkatan kesehatan, pendidikan karakter, serta pemberdayaan generasi muda sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan Mimika yang aman, sehat, maju, dan sejahtera.
“Kepada seluruh peserta, jagalah diri dengan baik. Pilih lingkungan pergaulan yang positif, hormati orang tua dan guru, tingkatkan keimanan, belajar, dan kembangkan potensi diri. Jangan pernah mencoba narkoba maupun melakukan perilaku yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan,” ujar Frans. (nls)






