Dewan Herman Gafur Reses di Koperapoka, Warga Mengadu Keluhan Pendidikan, Penerangan Jalan, dan Bansos


Timika — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika Daerah Pemilihan III, Herman Gafur, SE, menggelar Reses Tahap III Tahun 2025 bersama masyarakat Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Lurah Koperapoka itu menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Reses tersebut dihadiri Lurah Koperapoka Fengky Max, Lurah Kebun Sirih Faustina Suryanti, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, para ketua RT, tokoh masyarakat, serta didampingi staf Sekretariat DPRK Mimika dan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB).

Dalam sambutannya, Lurah Koperapoka Fengky Max mengapresiasi kehadiran anggota DPRK Mimika di wilayahnya. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih atas pemasangan lampu penerangan jalan di sejumlah titik, meski masih berharap adanya penambahan di titik-titik lain.

“Kami harap penerangan bisa menjangkau seluruh wilayah Koperapoka. Masyarakat juga perlu menjaga fasilitas yang sudah ada,” ujarnya.

Herman Gafur mengatakan reses merupakan wadah untuk menyamakan persepsi dan merumuskan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan warga Dapil III yang telah mengamanahkannya sebagai wakil rakyat.

“Jika ada persoalan di tengah masyarakat, silakan sampaikan. Kita perjuangkan bersama,” katanya.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga mengungkapkan beragam persoalan. Seorang warga RT 09 menyoroti adanya pungutan kepada orang tua murid di salah satu sekolah negeri dengan alasan pembayaran honor guru. Ketua RT 13 mengeluhkan minimnya penerangan jalan di kawasan Koperapoka yang dikenal sebagai wilayah kota lama. Sementara Ketua RT 03 meminta peninjauan ulang data penerima bantuan sosial yang dinilai kerap tidak tepat sasaran, sekaligus mengeluhkan persoalan air bersih.

Menanggapi hal tersebut, Herman Gafur menyatakan akan berkoordinasi dengan Komisi III DPRK Mimika yang membidangi pendidikan. “Kami akan cek langsung karena pendidikan menjadi kewenangan Komisi III,” ujar Herman yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRK Mimika.

Terkait penerangan jalan, ia menjelaskan pemasangan lampu dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama di titik-titik rawan. Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun ini terdapat sejumlah program pemasangan lampu penerangan di wilayah Koperapoka.

Untuk persoalan bantuan sosial, Herman mengungkapkan DPRK Mimika telah memanggil Dinas Sosial, Kantor Pos, dan Badan Pusat Statistik (BPS) guna membahas ketidaktepatan data penerima. “Mulai tahun depan, data penerima bantuan akan kita dorong berasal dari RT. Jika ada warga yang layak tetapi belum terdata, tentu akan dievaluasi,” tegasnya. Ia menambahkan, ke depan ketua RT tidak lagi ditunjuk, melainkan dipilih langsung oleh masyarakat.

Aspirasi lain datang dari Ketua RT 06 yang mengusulkan pembaruan data penerima bantuan setiap triwulan berbasis RT, serta permintaan warga agar pekerjaan drainase di Koperapoka ditinjau ulang karena banjir kerap terjadi saat musim hujan. Herman menilai persoalan drainase juga berkaitan dengan kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan. “Drainase sering tersumbat sampah. Ini perlu edukasi dan kesadaran bersama,” katanya.

Di bidang pendidikan, Herman menegaskan tidak boleh ada diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta, termasuk dalam hal perhatian dan fasilitas.

Sementara itu, Ketua RT 13 juga meminta perhatian pemerintah terhadap maraknya warga yang mabuk serta mengusulkan peningkatan kesejahteraan ketua RT.

Menutup kegiatan, Herman Gafur menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi dasar perjuangan DPRK Mimika dalam mendorong program dan kebijakan pemerintah daerah.

Ia juga mengajak warga menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan, sekaligus menyampaikan ucapan Selamat Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026, sebelum menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat. (Anbt)

Berita Terkait

Top