Dewan Herman Gafur Reses di Pasar Sentral, Warga Dorong Perbaikan Infrastruktur hingga Penataan Pasar
Timika, KontenMimika.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika Daerah Pemilihan III, Herman Gafur, SE, melaksanakan Reses Tahap III Tahun 2025 bersama masyarakat Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru. Kegiatan yang dipusatkan di RT 18 itu menjadi ajang penyerapan aspirasi warga dari berbagai sektor.
Reses tersebut dihadiri Lurah Pasar Sentral Romy Rianja, Lurah Otomona Farida, SE, M.Si, pengurus Partai Bulan Bintang (PBB), pendamping dari Sekretariat DPRK Mimika, para ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Lurah Pasar Sentral mengapresiasi kehadiran Herman Gafur yang turun langsung menemui warga.
Romy mengingatkan agar setiap usulan yang disampaikan masyarakat dapat berorientasi pada kepentingan umum dan selaras dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan.
Herman Gafur menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRK untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Reses adalah sarana menjaring aspirasi warga. Fungsi DPR ada tiga, yakni penganggaran, pengawasan, dan legislasi. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami dorong masuk dalam Musrenbang Kabupaten sebagai bentuk sinergi legislatif dan eksekutif,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah rencana pembangunan, di antaranya pembangunan jembatan di Kelurahan Sempan serta pemasangan lampu jalan di wilayah Koperapoka, Gang Sahabat, dan beberapa titik lainnya yang direncanakan direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan beragam aspirasi.
Di bidang infrastruktur, Abdul Muis mengusulkan pengaspalan Jalan Sahabat–Busiri Ujung yang mengalami kerusakan.
Saharudin, Ketua RT 10, meminta pemasangan lampu jalan serta perbaikan akses menuju SD Inpres Negeri 1 yang masih menggunakan jembatan kayu. Warga RT 18 juga mengusulkan bantuan oven pembakar sampah untuk mengatasi persoalan lingkungan.

Pada sektor ekonomi, Abdul Muis menyampaikan aspirasi terkait pemberdayaan peternak kambing dan sapi.
Sementara itu, Lasarudin dari Forum Peduli Pasar Sentral mengusulkan penataan Pasar Sentral, penyesuaian retribusi berdasarkan ukuran rolling door, serta penyediaan los bagi pedagang yang belum memiliki tempat usaha layak.
Di bidang sosial, warga RT 11 menyoroti penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran.
Sedangkan di sektor pendidikan, Ny. Iswati mengusulkan pemberian beasiswa bagi anak-anak kurang mampu serta peningkatan mutu pendidikan melalui pelatihan dan workshop bagi para guru.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Herman Gafur menyatakan usulan perbaikan jalan akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk diupayakan pada tahun depan.
Terkait pemberdayaan peternak, ia menyarankan warga membentuk kelompok ternak agar dapat difasilitasi oleh Dinas Peternakan.
Untuk penataan Pasar Sentral, Herman menekankan pentingnya koordinasi antara kelurahan dan organisasi perangkat daerah teknis.
Sementara terkait bantuan sosial, ia mengungkapkan DPRK Mimika telah menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Sosial agar pendataan penerima bantuan dilakukan secara berjenjang, mulai dari RT hingga kelurahan.
“Ke depan, ketua RT diharapkan dipilih langsung oleh warga, bukan lagi ditunjuk. Semua aspirasi hari ini menjadi pekerjaan rumah saya,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Herman menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kapasitas guru tanpa membedakan sekolah negeri dan swasta, serta membuka peluang beasiswa melalui jalur prestasi maupun kriteria lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Herman Gafur juga menyerahkan bantuan rebana kepada Kerukunan Muna Barat serta bantuan logistik kepada warga sebagai bentuk kepedulian selama masa reses. (Anbt)






