Freeport Apresiasi Tiga Pemuda Amungme–Kamoro Raih Gelar Dokter


Timika, KontenMimika.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan apresiasi kepada tiga generasi muda Papua asal suku Amungme dan Kamoro yang berhasil meraih gelar dokter melalui program beasiswa PTFI yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Ketiganya resmi menyelesaikan pendidikan kedokteran pada tahun 2025.

Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyampaikan kebanggaan atas pencapaian tersebut.

“Mereka membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan mampu mengantarkan mereka mencapai cita-cita. Freeport bangga menjadi bagian dari langkah besar anak-anak Papua berprestasi di tingkat nasional dan global,” ujarnya di Timika.

Tiga Dokter Pertama dari Suku Amungme dan Kamoro

Para putra-putri terbaik Papua yang berhasil meraih gelar dokter adalah:

  • dr. Thalia Thomas Karupukaro, dokter perempuan pertama dari suku Kamoro.

  • dr. Christanto Beanal, dokter pria pertama dari suku Amungme.

  • dr. Sephia Jangkup, dokter perempuan pertama dari suku Amungme.

Claus menegaskan bahwa program beasiswa PTFI merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan pendidikan anak Papua. Melalui kolaborasi bersama YPMAK dan pemerintah, beasiswa ini terus mendorong hadirnya SDM Papua yang berkualitas.

29 Tahun Beasiswa PTFI untuk Pendidikan Papua

Program beasiswa yang dikelola YPMAK telah berjalan sejak 1996. Selama hampir tiga dekade, PTFI berfokus pada pengembangan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur, khususnya bagi masyarakat Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya di wilayah operasional perusahaan.

Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka menyampaikan kebanggaan atas capaian tiga dokter tersebut. “Kami akan terus menyiapkan SDM Papua yang kuat melalui dana kemitraan PTFI, agar mereka dapat kembali membangun masyarakatnya,” ujarnya.

Perjalanan Thalia: 12 Tahun Beasiswa hingga Menjadi Dokter

Thalia menerima beasiswa sejak SMP pada 2013 dan menyelesaikan studi kedokteran di Universitas Atma Jaya. Ia mengaku banyak pengalaman penting yang membentuk dirinya, termasuk mewakili Sulawesi Utara dalam lomba geosains nasional serta pengalaman menyentuh saat seorang pasien kembali hanya untuk berterima kasih.

“Beasiswa ini membuka jalan besar bagi anak-anak Papua. Saya tahu betul sulitnya akses kesehatan di Papua, dan saya ingin menjadi bagian dari solusinya,” kata Thalia.

Christanto Lanjutkan Studi S2 Manajemen Rumah Sakit

dr. Christanto Beanal menyelesaikan pendidikan dokter di Unika Atma Jaya dan kini melanjutkan S2 di Universitas Pelita Harapan (UPH). Ia menekankan pentingnya sistem dukungan moral dan psikologis yang diberikan YPMAK.

“Struggling di pendidikan kedokteran bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal punya support system yang kuat. Kami saling menguatkan,” ujarnya.

Sephia Mengabdi di RSUD Mimika

dr. Sephia Jangkup yang lulus dari Fakultas Kedokteran UKI Jakarta kini menjalani internship di RSUD Mimika. Ia mengaku bangga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di kampung halaman.

“Saya bangga bisa menunjukkan bahwa anak-anak Timika, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro, bisa menjadi dokter,” katanya. (Admin)

Berita Terkait

Top