7 Hari SAR Cari 4 Korban Hilang Perahu Ketinting Terbalik di Muara Asmat, Operasi Ditutup
KONTENMIMIKA.com, Asmat – Operasi pencarian terhadap empat korban perahu ketinting yang terbalik di Muara Betcbamu, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, memasuki hari ketujuh. Hingga Sabtu sore 12 September 2026, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keempat korban.
Pencarian melibatkan Rescuer SAR Asmat, TNI AL, Polair, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Tim menyisir sejumlah titik berdasarkan perhitungan pasang surut dan arah arus perairan di wilayah Asmat.
Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna, mengatakan pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

“Pencarian sudah kami lakukan secara maksimal selama tujuh hari. Namun sampai saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan keempat korban,” ujar I Wayan Suyatna.
Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, operasi SAR kini diusulkan untuk ditutup setelah dilakukan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR dapat diusulkan untuk dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari apabila berdasarkan hasil evaluasi bersama tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Meski demikian, penghentian operasi tidak menutup kemungkinan pencarian kembali dilakukan. Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau terdapat informasi baru yang berkaitan dengan keberadaan korban.
Dengan berakhirnya operasi, seluruh potensi SAR yang terlibat akan dikembalikan ke kesatuan atau instansi masing-masing.
Delapan Penumpang, Tiga Selamat
Peristiwa perahu ketinting terbalik di Muara Betcbamu terjadi pada Minggu pagi, 6 September 2026. Saat kejadian, perahu tersebut diketahui membawa delapan orang.
Dari delapan penumpang, tiga orang berhasil selamat. Sementara satu korban, Beni Kuwaito, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia beberapa hari setelah kejadian.
Hingga hari ketujuh pencarian, masih terdapat empat korban yang belum ditemukan, yakni Anton Yod (35), Bela Yod (4), Gilang Yod (6 bulan), dan Tekla Yod (2).
Sementara tiga korban yang selamat masing-masing Lina Kamur (20), Sabastian Kamur (22), dan Bistina Kuwaito (34).
Tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai potensi dalam upaya menemukan seluruh korban. Namun, kondisi geografis perairan Asmat, termasuk pengaruh pasang surut dan arus, menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam proses pencarian. (trm)






