3.195 Titik Panas Terdeteksi di Merauke, Kirim Kabut Asap ke Timika
KONTENMIMIKA, Timika – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dalam beberapa hari terakhir diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Merauke, Papua Selatan. Sebaran asap terbawa angin dari arah timur, tenggara, dan selatan hingga mencapai Timika.
Berdasarkan pemantauan satelit yang disampaikan Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, Tesla Dzikiro, terdeteksi sekitar 3.195 titik panas di wilayah Merauke.
Tesla mengatakan hasil analisis citra satelit menunjukkan sebaran asap dari Papua Selatan meluas hingga sebagian wilayah Papua Tengah, khususnya Mimika.
“Kalau kita melihat di satelit, memang di Merauke ini banyak sekali hotspot dan sebaran asapnya hampir di seluruh wilayah Papua bagian selatan dan sedikit di Papua Tengah, khususnya di wilayah Timika,” kata Tesla.
Menurut dia, asap dari kebakaran tersebut terbawa angin pada lapisan atas atmosfer sehingga menyelimuti wilayah Mimika.
Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kabut asap menyebabkan jarak pandang di Mimika menurun dan berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika.
Sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami penundaan akibat kondisi jarak pandang yang tidak mendukung operasional penerbangan.
Untuk mengakomodasi penerbangan yang terdampak, otoritas bandara memperpanjang jam operasional hingga pukul 22.00 WIT.
Kondisi ini menunjukkan dampak kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga memengaruhi mobilitas penumpang melalui transportasi udara.
BMKG Imbau Warga Gunakan Masker
Tesla mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti Mimika. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diminta menjaga kesehatan dengan menggunakan masker jika beraktivitas di luar. Apabila bisa tidak beraktivitas di luar, itu juga lebih baik,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca dan titik panas yang diterbitkan BMKG secara berkala.
Menurut Tesla, informasi pemantauan hotspot diperbarui setiap 24 jam sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan kondisi kebakaran dan sebaran asap.
Kabut asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau gangguan pernapasan yang memburuk. (trm)






