BNN Mimika Sediakan Rehabilitasi Gratis bagi Pecandu Narkotika
KONTENMIMIKA.com, Timika – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika menyediakan layanan rehabilitasi gratis bagi pecandu narkotika. Layanan ini ditujukan untuk membantu pengguna mendapatkan penanganan kesehatan dan memulihkan diri dari ketergantungan, bukan untuk menghukum mereka.
Kepala BNN Kabupaten Mimika, Yocbeth Mince Mayor, mengatakan rehabilitasi merupakan salah satu upaya penanganan penyalahgunaan narkotika yang harus diperkuat melalui kerja sama pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat.
“Jadi orang (pecandu) yang datang ke BNN itu bukan untuk dihukum. Tidak. Kita melaksanakan rehabilitasi untuk membuat para pecandu kembali sehat,” kata Yocbeth.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama BNN di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah, Selasa, 27 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti 150 peserta itu melibatkan aparatur organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh adat, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pelajar.
Bupati Mimika Johannes Rettob diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Mimika, Fransiskus Bokeyau, saat membuka kegiatan. Ia didampingi Sekretaris Bakesbangpol Mimika, Amelda M. Rumayomi.

Sosialisasi menghadirkan tiga narasumber, yakni Nika Sarmuria Saragih dari Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kementerian Dalam Negeri, Kepala BNN Mimika Yocbeth Mince Mayor, serta Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika AKP Habibi C. Solosa.
Ancaman Narkotika Dinilai Semakin Serius
Dalam sambutannya, Fransiskus Bokeyau mengatakan persoalan narkotika di Mimika telah menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda dan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi P4GN sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Menurut Fransiskus, kegiatan semacam ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
“Kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba,” ujarnya.
Ia meminta peserta memahami jenis-jenis narkotika, dampak penyalahgunaan, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.
Kepada para pelajar, Fransiskus berpesan agar membangun masa depan melalui pendidikan, kedisiplinan, dan prestasi tanpa terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Ia juga menekankan peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh narkotika.
“Keluarga harus menjadi tempat pertama dalam memberikan pendidikan dan perlindungan. Lembaga pendidikan dan lingkungan harus turut menciptakan suasana yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

BNN Ajak Masyarakat Berani Melapor
Kepala BNN Mimika Yocbeth Mince Mayor mengatakan pemberantasan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. BNN tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat.
“BNN tidak bekerja sendiri. Intinya kita berkolaborasi dengan pemerintah, TNI/Polri, serta seluruh masyarakat Mimika,” ujarnya.
Selain upaya pencegahan dan pemberantasan, BNN juga membuka layanan rehabilitasi gratis bagi pecandu narkotika yang membutuhkan penanganan.
Menurut Yocbeth, layanan tersebut memberikan kesempatan kepada pengguna untuk berkonsultasi dan memperoleh bantuan pemulihan kesehatan. Ia menegaskan bahwa pecandu yang datang untuk mendapatkan rehabilitasi tidak semata-mata harus dipandang sebagai pelaku yang perlu dihukum.
Yocbeth berharap peserta sosialisasi menjadi teladan di lingkungan masing-masing, berani menolak narkoba, dan turut menyebarkan informasi mengenai bahayanya.
Ia juga mendorong peserta menjadi pelopor dalam pencegahan dengan berani melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah dan BNN berharap upaya pencegahan, pemberantasan, serta pemulihan korban penyalahgunaan narkotika di Mimika dapat berjalan lebih efektif. (nls)






