Aplikasi E-Unggul untuk Kontrol Bantuan Pendidikan Mahasiswa Asli Papua
TIMIKA, KontenMimika.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tengah menyiapkan sistem aplikasi E-Unggul sebagai sarana kontrol terhadap penyaluran dana Otonomi Khusus (Otsus) bidang pendidikan bagi Orang Asli Papua (OAP), khususnya dari suku Amungme dan Kamoro.
Mewakili Kepala Bappeda Mimika Yohana Paliling, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Regina Wenda menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang agar penyaluran bantuan pendidikan lebih transparan, adil, dan tepat sasaran.
“Ini salah satu fungsi kontrol, supaya tidak muncul persoalan-persoalan yang lebih sensitif terkait siapa yang berhak menerima. Itu menjadi konsen kami (Pemerintah),” ujar Regina saat diwawancarai usai kegiatan Seminar Awal Implementasi E-Unggul, Jumat (17/10/2025).
Menurut Regina, Pemkab Mimika menggandeng Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan melibatkan YPMAK dalam proses sinkronisasi penyaluran bantuan pendidikan tersebut.
“Itulah sebabnya kami undang YPMAK, supaya ada sinkron. Karena YPMAK selama ini menangani beasiswa tujuh suku, Amungme dan Kamoro,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Mimika juga berencana menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat kebijakan beasiswa ini, dari Peraturan Bupati (Perbup) menjadi Peraturan Daerah (Perda).
“Kepala Bappeda katakan kalau bisa ke depan kita tingkatkan menjadi Perda. Dipastikan di dalam regulasi itu sekian persen untuk suku asli Mimika, Amungme dan Kamoro, serta tujuh suku kekerabatan. Mereka harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Dosen UKSW Melkior NN Sitokdana menyatakan kesiapan pihaknya membantu Pemkab Mimika dalam pengembangan sistem dan penyusunan kriteria penerima bantuan.
“Secara aplikasi pastinya kami akan menyesuaikan dan menyediakan sistem yang mempermudah pemerintah untuk mengakses melalui komputer, desktop, maupun mobile,” jelas Melkior.
Ia menambahkan, aplikasi E-Unggul nantinya menampilkan data penerima bantuan dalam bentuk grafik interaktif berdasarkan wilayah distrik, suku, gender, jenjang pendidikan, jurusan, hingga lokasi kampus.
“Pastinya akan mempermudah pemerintah dalam mengambil kebijakan yang adil, akuntabel, dan transparan. Sehingga penerima manfaat dapat menerima secara adil,” tutupnya
YPMAK Beri Masukan Konstruktif
Deputi YPMAK Bidang Perencanaan Program Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Bili Korwa mengatakan kehadiran YPMAK dalam seminar ini adalah untuk memberikan masukan konstruktif berdasarkan pengalaman mereka dalam proses rekrutmen peserta program beasiswa.
“Kami ingin berbagi praktik baik yang selama ini kami jalankan, agar sistem baru ini bisa lebih efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dukungan Pemuda Kamoro
Ketua Aliansi Pemuda Kamoro, Rafael Taorekeyau, menyambut baik implementasi sistem berbasis elektronik ini. Ia berharap E-Unggul dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di Kabupaten Mimika.
“Kami mendukung penuh inovasi ini, karena akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola bantuan pendidikan,” ujarnya.






