Bappeda Mimika: Pengawasan Dana Otsus Belum Menjangkau Wilayah Pegunungan


Septinus Timang sebut keterbatasan anggaran hambat pengawasan, dorong peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga pendidik.

Timika, KontenMimika.com — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, Septinus Timang, mengatakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) menjadi forum untuk menyamakan konsep pembangunan berdasarkan rekomendasi para pemangku kepentingan.

“Dalam hal pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar Orang Asli Papua seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi,” kata Septinus usai kegiatan Musrenbang Otsus di Ultima, Jalan Hasanuddin, Timika, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Mimika terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana Otsus melalui Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Namun, pengawasan tersebut dinilai belum merata.

Selama ini, kata dia, pengawasan lebih banyak dilakukan di wilayah pesisir dan perkotaan, sementara wilayah pegunungan belum terjangkau secara maksimal akibat keterbatasan anggaran operasional.

“Pengawasan lebih banyak di pesisir dan kota. Untuk di gunung mereka belum masuk,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pengawasan dana Otsus dapat dilakukan secara menyeluruh, mengingat sebagian besar masyarakat asli Mimika justru berada di kampung-kampung di wilayah pinggiran dan pegunungan.

“Masyarakat asli Papua itu ada di kampung-kampung. Kalau di kota sudah majemuk,” kata dia.

Di sektor pendidikan, Septinus menilai pembangunan yang berjalan selama ini masih lebih menitikberatkan pada kuantitas dibandingkan kualitas. Padahal, peningkatan kualitas pendidikan, menurut dia, tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga tenaga pendidik.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru agar mampu mentransfer pengetahuan yang relevan dan faktual kepada siswa. Dengan demikian, lulusan pendidikan dapat lebih siap menghadapi dunia kerja maupun kehidupan sosial di masyarakat.

“Inti dari konsep pendidikan adalah memanusiakan manusia. Kalau bicara kualitas bukan hanya murid, tetapi guru juga harus ditingkatkan agar peserta didik menerima pengetahuan yang baik,” kata Septinus. (nls)

Berita Terkait

Top