Direktur RSUD Mimika Jelaskan Proyek Multiyears Rp242 Miliar


Disebut sudah masuk perencanaan jangka panjang, master plan dibuat sejak 2020.

TIMIKA – Proyek multiyears pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika menuai sorotan setelah dipertanyakan sejumlah pihak, termasuk anggota DPRP Papua Tengah. Namun, manajemen RSUD menegaskan proyek tersebut telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu.

Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, mengatakan rencana pengembangan rumah sakit bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan telah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.

“Perencanaan ini sudah lama. Master plan RSUD disusun sejak 2020, kemudian Detail Engineering Design (DED) dibuat pada 2024,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total anggaran pengembangan RSUD Mimika mencapai sekitar Rp242 miliar yang akan dilaksanakan melalui skema tahun jamak (multiyears).

Menurut dia, skema tersebut dipilih agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan tanpa terhambat proses penganggaran setiap tahun.

“Konsepnya supaya pembangunan tidak terhenti dan bisa dikerjakan dalam tiga tahap secara berkesinambungan,” katanya.

Adapun tahapan pembangunan direncanakan dimulai pada 2026 sebesar Rp72 miliar, dilanjutkan 2027 sebesar Rp110 miliar, dan 2028 sebesar Rp60 miliar.

Helena menambahkan, penggunaan skema multiyears juga bertujuan agar pekerjaan dapat ditangani oleh kontraktor yang sama hingga selesai.

“Dengan begitu, pembangunan tidak terputus di tengah jalan,” ujarnya.

Ia menilai pengembangan RSUD Mimika menjadi kebutuhan mendesak mengingat kapasitas rumah sakit saat ini telah terlampaui.

“Pasien sering tertahan di UGD lebih lama dari waktu observasi karena ruang rawat inap penuh,” katanya.

Saat ini, RSUD Mimika memiliki kapasitas 181 tempat tidur, sementara jumlah pasien yang dirawat kerap mencapai sekitar 300 orang.

Kondisi tersebut, menurut dia, menyebabkan pelayanan menjadi kurang optimal sehingga diperlukan penambahan kapasitas, terutama ruang rawat inap.

“Kita masih membutuhkan tambahan sekitar 150 tempat tidur. Karena itu, proyek ini menjadi prioritas,” ujarnya.

RSUD Mimika juga berperan sebagai rumah sakit rujukan bagi sejumlah wilayah di Papua Tengah dan Papua Selatan, sehingga peningkatan fasilitas dinilai penting untuk mendukung pelayanan kesehatan di kawasan tersebut. (trm)

Berita Terkait

Top