Kegiatan Pembinaan Kesenian Pelajar Disparbudpora Mimika Masuk Tahap Gladi Resik


Timika, KontenMimika.com – Kegiatan Pembinaan Kesenian yang Masyarakat Pelakunya Dalam Daerah Kabupaten Mimika, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika, telah memasuki tahap gladi resik pada hari kelima, Jumat 21 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 216 siswa-siswi dari 24 SMP dan SMA, digelar di Cartenz, Jalan Budi Utomo, Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Narasumber sekaligus Praktisi Seni Budaya Suku Kamoro yang juga Anggota DPRK Mimika, Dominggus Kapiyau, menyampaikan bahwa sejak dimulainya kegiatan pembinaan ini, antusiasme peserta maupun guru dinilainya sangat luar biasa.

Pelatihan kesenian tradisional seperti ini, menurutnya, sangat bermanfaat dalam memberikan wawasan dan pengetahuan bagi pelajar mengenai budaya seni tradisional Mimika.

“Mereka (siswa-siswi) sangat senang, suka, dan tertarik. Apalagi guru-gurunya. Menurut guru-guru, pelatihan kesenian seperti ini belum pernah dilakukan. Jadi mereka sangat bersyukur kepada Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Disparbudpora,” ujarnya kepada KontenMimika.com.

Dominggus menambahkan, pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi peserta di masa depan, baik untuk membagikan ilmu, menjadi instruktur, maupun tampil dalam acara-acara resmi pemerintah.

“Kalau mereka sudah tahu dan sudah hebat, mereka bisa jadi instruktur. Atau diundang oleh pemerintah dalam rangka HUT Korpri atau kegiatan lainnya. Mereka sudah punya persiapan,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa siswa-siswi SMP peserta pelatihan sebenarnya telah memiliki talenta tari yang baik, namun tetap membutuhkan pembinaan terkait kekompakan dan teknik tari tradisional yang benar.

“Mereka sudah punya talenta. Mereka datang sudah punya patron, punya potongan. Jadi di sini kita hanya tinggal menjahitnya saja, seperti orang membuat pakaian,” katanya.

Dominggus berharap setelah pelatihan ini, baik peserta maupun sekolah dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada siswa dan sekolah lain yang belum pernah mendapatkan pelatihan kesenian tradisional.

Ia juga berharap sekolah-sekolah memiliki program untuk menghadirkan narasumber guna memberikan pelatihan seni tradisional secara berkelanjutan.

“Harapan saya setelah pelatihan ini, peserta bisa saling menularkan ke sekolah-sekolah yang belum mendapat pelatihan. Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut, ada kesinambungan, sehingga semua sekolah mampu menguasai Tari Seka muda-mudi,” tutupnya. (Admin)

Berita Terkait

Top