Pelajar SMP–SMA Mimika Siap Pamerkan Produk Kerajinan pada Puncak Kegiatan Pembinaan Kesenian
Timika, KontenMimika.com – Kegiatan Pembinaan Kesenian yang Masyarakat Pelakunya dalam Daerah Kabupaten Mimika telah memasuki tahap gladi resik pada hari kelima.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika pada Jumat, 21 November 2025 di Cartenz, Jalan Budi Utomo, Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Narasumber seni kerajinan tangan sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jakarta Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), Iman Setiabudi, saat diwawancarai menjelaskan bahwa pada hari pertama peserta diberikan pemahaman mengenai produk turunan berbahan dasar noken dan anyaman daun pandan.

Pada hari kedua, peserta mulai diarahkan untuk memunculkan ide serta konsep desain yang akan dikembangkan dari kedua bahan tersebut.
“Hari pertama kami berikan kuliah umum tentang apa itu produk turunan baik dari noken maupun dari anyaman pandan. Hari kedua mulai fokus ke konsep desain—ide-ide apa yang ada di pikiran mereka. Ada yang membuat pot bunga, wall decor, pernak-pernik seperti bando,” ujarnya.
Iman menambahkan, peserta pelatihan dibagi ke dalam delapan kelompok. Setiap kelompok terdiri dari delapan pelajar yang berasal dari dua sekolah berbeda agar tercipta kolaborasi dalam mengembangkan ide.

“Kita bagi menjadi delapan kelompok. Satu kelompok terdiri dari delapan siswa, masing-masing dari dua sekolah supaya mereka bisa berkolaborasi menuangkan ide-idenya,” terang Iman.
Pada hari ketiga, peserta diarahkan untuk membuat prototype dari pengembangan produk awal. Pada hari berikutnya, setelah produk selesai dikembangkan, peserta diajarkan cara mempresentasikan produk mereka di media sosial melalui foto-foto yang menarik.
Para peserta juga akan mempresentasikan karya mereka pada puncak kegiatan di hadapan pejabat pemerintah, guru, dan sesama peserta.
“Kita ajarkan bagaimana cara mempresentasikan produk dalam foto. Kalau bisa foto-fotonya up to date atau Instagramable agar lebih mudah diterima. Kami ajarkan cara mengambil pencahayaan, proporsi, dan komposisi. Saat penutupan nanti mereka akan mempresentasikan produknya secara bergiliran,” jelasnya.
Iman juga mengaku bangga melihat antusias peserta. Para pelajar dinilai memiliki minat tinggi dalam seni kerajinan tangan, mampu mendengarkan arahan, serta dapat mengolah produk turunan dengan ide yang unik dan kreatif.
“Saya melihat anak-anak mau mendengarkan, mau mengikuti arahan. Mereka mengolah dan mengaplikasikan apa yang disampaikan ke dalam produk mereka. Masing-masing punya keunikan, punya fashion masing-masing,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan pembinaan kesenian seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan tindak lanjut yang berkesinambungan, termasuk pameran hasil kerajinan peserta dan kompetisi antarsekolah.
“Kalau bisa ada tindak lanjutnya. Ada kompetisi, lalu setelah kompetisi hasilnya dipamerkan. Mereka cerdas, ide-idenya beragam. Kompetisi itu penting untuk pengembangan karya seni anak-anak Mimika. Temanya warisan budaya, tapi hasilnya karya yang bisa dimanfaatkan saat ini,” tutupnya. (Admin)






