Pemkab Mimika Gelar Ibadah Peringati HUT 171 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua
Timika, KontenMimika.com – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis Mimika menggelar Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman, digelar di Gedung Eme Neme Yauware, Jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah, Selasa 3 Februari 2206.
Kebaktian ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyongsong HUT Pekabaran Injil Ke-171 Tahun di Tanah Papua.
Kebaktian mengangkat tema: ‘Pertobatan Mendatangkan Keselamatan’, dipimpin oleh Pdt. Yance Numberi. Mengutip kebenaran Firman dari kitab Yunus 3:1-10.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperingati masuknya injil ke Tanah Papua yang Ke-171 tahun. Meningkatkan pertumbuhan iman jemaat-jemaat GKI di Tanah Papua lingkup Klasis Mimika dan masyarakat Mimika pada umumnya. Serta mengenang jasa para pekabar Injik di Tanah Papua.

Bupati Mimika Johannes Rettob, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Abraham Kateyau, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada GKI di Tanah Papua, khususnya Klasis Mimika, beserta seluruh panitia dan jemaat yang telah terlibat dalam melaksanakan kegiatan rohani ini.
“Peringatan HUT Pekabaran Injil ke-171 tahun ini, mengingatkan kita akan perjalanan panjang masuknya Injil di Tanah Papua, yang telah membawa terang, pengharapan, serta perubahan dalam kehidupan masyarakat Papua,” ujarnya.
Nilai-nilai Injil seperti kasih, keadilan, kejujuran, dan pengabdian hendaknya dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam keluarga, gereja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Kebaktian penyegaran iman ini menjadi momentum yang sangat penting untuk memperbarui iman, memperkuat persekutuan, serta meneguhkan panggilan kita sebagai umat Tuhan untuk hidup dalam kasih, damai, dan persaudaraan,” sebut Sekda Kateyau.
“Pemerintah Kabupaten Mimika senantiasa berkomitmen untuk terus mendukung kehidupan keagamaan yang rukun, damai, dan harmonis, serta menjalin sinergi dengan seluruh elemen gereja dan masyarakat demi terwujudnya Mimika yang aman, sejahtera, dan bermartabat,” tambahnya.
Melalui kebaktian penyegaran iman ini, ia berharap iman setiap jemaat akan semakin bertumbuh, semangat pelayanan semakin diperbarui, dan kebersamaan sebagai satu keluarga besar di Tanah Papua khususnya di Kabupaten Mimika semakin harmonis.
Hal ini guna kebersamaan membangun Mimika dengan penuh kasih dan tanggung jawab.
“Semoga kebenaran Firman Tuhan yang telah disampaikan oleh hamba-Nya, dapat menjadi berkat bagi kita sekalian,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Mimika Junus Maurits Bonsapia, S.Th, dalam sambutanya mengatakan kedatangan Ottow dan Geissler di Pulau Mansinam, Manokwari, pada 5 Februari 1855, bukan untuk membawa kekuasaan, bukan juga untuk membawa kepentingan pribadi. Melainkan membawa kabar keselamatan yaitu mengabarkan Injil keselamatan di Tanah Papua.
“Injil adalah kabar keselamatan tentang Yesus. Injil adalah terang yang menyelamatkan orang Papua. Dan semua kita yang mendiami tanah ini,” ucapnya.
Pekabaran Injil di Tanah Papua bukan sekedar cerita masa lalu, namun merupakan jejak cinta kasih Allah yang nyata. Dari gelap menuju terang, dari keputusasaan menuju pengharapan, dari perpecahan menuju persaudaraan serta nilai kerjasama menuju terang damai Kristus.
“Injil melalui gereja mengajarkan tentang semua sektor kehidupan. Mulai dari pendidikan, sosial dan nilai-nilai hidup dalam takut akan Tuhan,” tutupnya. (Nlsn)






