Kalahkan Hampir 5.000 Peminat, 127 Peserta Mulai Program Pelatihan di IPN Freeport


Timika, KontenMimika.com – Sebanyak 127 peserta mengikuti Program Pelatihan Siswa (Apprentice) Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) milik PT Freeport Indonesia. Mereka berhasil terpilih setelah mengikuti seleksi ketat yang diikuti 4.938 pendaftar.

Pembukaan program dilakukan di Multipurpose Building, Kuala Kencana pada Jumat 3 Mei 2024. Kegiatan mengambil tema, ‘Dari Kemauan yang Kuat Menjadi Ahli dan Pemimpin yang Berhasil’.

127 peserta Apprentice IPN nantinya dibekali dengan ilmu kecakapan hidup yang bertalian dengan bidang industri pertambangan. Peserta akan belajar ilmu yang terbagi atas 6 jurusan yaitu: Jurusan Elektrik yang diikuti 10 orang, Welder/Pengelasan 22 orang, Operator Alat Berat 30 orang, Mekanik Alat Berat 22 orang, Mekanik Mesin Pabrik 24 orang dan Miner 19 orang.

Para peserta itu nantinya akan dibekali dengan ilmu praktis kerja selama 6 bulan dan 6 bulan sisanya akan langsung ditempatkan untuk praktek kerja di lingkup operasional perusahaan tambang raksasa dunia, Freeport Indonesia.

“Adik-adik semua yang hadir di tempat ini adalah orang-orang terpilih, manfaatkan semaksimal mungkin kesempatan ini. Jangan ada yang berhenti di tengah jalan. Kalian harus bisa buktikan bahwa kalian semua bisa dan mampu menyelesaikan program pelatihan ini,” kata Senior Vice President Community Development, Nathan Kum kepada peserta pelatihan saat membuka Program Pelatihan Siswa di Multipurpose building Kuala Kencana Timika, Mimika, Jumat 3 Mei 2024.

Nathan Kum menjelaskan, para peserta terpilih ini mengikuti seleksi psikotes, pemeriksaan kesehatan, dan administrasi. Siswa dengan latar belakang pendidikan SMK dan SMA menjadi salah satu syarat untuk dapat mengikuti program ini.

Sebanyak 127 peserta terdiri dari 47 dari Suku Amungme, 46 dari Suku Kamoro, 23 dari lima suku kerabat, dan 11 dari Papua dan non-Papua.

“Komposisi peserta adalah 101 laki-laki dan 26 perempuan. Ini merupakan komitmen IPN untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan beragam,” kata Nathan yang menyematkan safety helmet secara simbolis kepada perwakilan peserta, menandai dibukanya pelatihan.

Nathan Kum menjelaskan program pelatihan berdurasi satu tahun dengan rincian enam bulan pelatihan intensif di dalam IPN dan enam bulan pelatihan kerja di sejumlah departemen PT Freeport Indonesia. Program mencakup enam jurusan yakni Kelistrikan, Pengelasan, Mekanik Alat Berat, Operator Pabrik, Alat Berat, dan Penambang.


(Pemukulan tifa sebagai tanda dimulainya program Apprentice di IP Nemangkawi, di Multipurpose Building Kuala Kencana, Jumat 3 Mei 2024)

Program pelatihan yang telah berlangsung sejak 2003 ini memperkenalkan serangkaian pelatihan intensif untuk mendidik generasi pekerja unggul di industri pertambangan. Dalam pelaksanaan program pelatihan, IPN didukung oleh departemen Community Affairs, Learning & Organization Development, Papuan Affair Development, dan departemen terkait di lingkup perusahaan dan kontraktor.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga, mengingatkan agar para peserta mengikuti pelatihan berharga itu sampai tuntas agar mendapat manfaatnya bagi masa depan peserta bersangkutan.

Ia berharap dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, bisa ada tenaga ahli yang merupakan SDM asli Papua dalam lingkup kerja PT Freeport Indonesia.

“Program ini adalah jawaban dari pertanyaan ‘apa yang dilakukan Freeport untuk Orang Asli Papua’, ini luar biasa! Adik-adik yang mendapat kesempatan ini gunakan dengan baik. Jauhi minum miras alkohol, belajar dengan baik, tidak boleh setengah-setengah,” ujar Paulus Yanengga.

Sambutan General Superintendent IPN, Suzan Kambuaya mengatakan program IPN ini merupakan investasi sosial PT Freeport Indonesia untuk meningkatkan SDM lokal menjadi tenaga kerja yang siap bekerja dengan memiliki skil keahlian dan sikap yang profesional dalam memasuki dunia kerja.

“Program ini dirancang untuk memberikan siswa pengalaman praktis yang mendalam dan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk sukses dalam industri pertambangan,” kata Suzan Kambuaya, selaku Penanggung Jawab Program.

Seorang peserta dari Suku Amungme, Frederika Natkime mengaku senang dan bersyukur terpilih mengikuti pelatihan yang kembali digelar IPN Freeport setelah vakum beberapa waktu lalu.

“Dengan program ini saya dapat mengembangkan diri dan berharap menjadi pekerja yang nantinya dapat diandalkan oleh PT. Freeport Indonesia untuk membangun tanah ini,” sebut gadis Banti, Tembagapura itu.

Untuk diketahui IPN adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan dan dikelola PTFI. IPN terletak di area seluas 8 hektare di area industri PTFI di Kuala Kencana. Memiliki fasilitas di antaranya ruang-ruang kelas yang nyaman, bengkel besar, area simulasi tambang bawah tanah, simulator untuk operasi truk, alat tambang operasional, perpustakaan, serta lingkungan yang aman dan memadai untuk praktek pelatihan. (Admin)

Berita Terkait

Top