14 Koperasi Mama Papua Bangkit Terbentuk, Mama-Mama Penjual Pinang dan Noken Didorong Mandiri
KONTENMIMIKA.com, Timika – Sebanyak 14 kelompok mama-mama penjual pinang dan noken di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membentuk Koperasi Mama Papua Bangkit untuk memperkuat usaha dan mendorong kemandirian ekonomi.
Pembentukan koperasi tersebut difasilitasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika melalui koordinasi dengan kelompok usaha mama-mama Papua. Mereka juga mendapat sosialisasi mengenai tata cara pendirian, legalitas, pengelolaan, hingga pengembangan koperasi.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Sosialisasi Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Erlince Gobai, mengatakan 14 kelompok telah membentuk koperasi dan melengkapi sejumlah persyaratan administrasi.

Hal itu disampaikan Erlince dalam sosialisasi pendirian koperasi di salah satu kafe di Jalan SP2, Timika, Rabu, 30 September 2026.
“Setelah mereka berkoordinasi dengan Bapak Kepala Dinas dan kami di Dinas Koperasi, akhirnya terbentuk koperasi dari setiap daerah atau wilayah,” kata Erlince.
Legalitas Koperasi Disosialisasikan
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM menggandeng notaris serta BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta.
Materi dari Dinas Koperasi mencakup pengertian koperasi, mekanisme pengelolaan, dan pentingnya kerja sama antaranggota. Sementara notaris menjelaskan aspek legalitas, termasuk proses pembuatan akta pendirian.
“Dari notaris disampaikan bagaimana legalitas koperasi itu dibuat melalui akta,” ujarnya.
Selain legalitas, para peserta juga mendapat penjelasan mengenai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pelaku usaha.
Erlince mengatakan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi mama-mama yang menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Namun, Dinas Koperasi memilih pendekatan persuasif untuk mendorong kepesertaan. Keputusan menjadi peserta tetap diserahkan kepada masing-masing individu.
“Memang ada aturan yang dibuat, tetapi haknya kembali kepada pribadi masing-masing, mau atau tidak. Kami tidak bisa memaksakan, tetapi bagaimana kami meyakinkan mereka sehingga akhirnya mereka tertarik,” katanya.

Nama Sama, Lokasi Berbeda
Erlince menjelaskan seluruh koperasi yang terbentuk menggunakan nama Koperasi Mama Papua Bangkit. Perbedaannya terletak pada wilayah atau lokasi kelompok menjalankan usaha.
Salah satu contohnya adalah Koperasi Mama Papua Bangkit Timika Indah.
Menurut Erlince, kesamaan nama tersebut menjadi identitas kelompok usaha mama-mama Papua yang dibangun melalui wadah koperasi.
Ia berharap koperasi dapat menjadi ruang bagi anggota untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dalam menjalankan usaha.
“Di dalam koperasi mereka bisa kerja sama, komunikasi dan koordinasi untuk melancarkan jualan mereka,” ujarnya.
Melalui pembentukan koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM Mimika berharap usaha penjualan pinang dan noken dapat dikelola lebih teratur dan berkelanjutan.
Mama-mama Papua juga didorong semakin mandiri dalam mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan konsumen tanpa selalu bergantung kepada pihak lain. (Ai)






