Pemkab Mimika Gelar Rakor Tim Pembina BLUD, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Layanan Kesehatan
Timika, KontenMimika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembina Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diHorison Ultima, Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Selasa, 9 Desember 2025.
Rapat dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, dan dihadiri sejumlah kepala OPD, pimpinan BLUD Puskesmas, BLUD Rumah Sakit Waa-Banti, Pj BLUD PSC 119, serta Pj BLUD Labkesling.
Pemkab Tekankan Layanan Akuntabel dan Transparan
Bupati Mimika Johannes Rettob melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Frans Kambu, menegaskan fasilitas kesehatan sebagai unit layanan publik wajib melakukan percepatan layanan yang akuntabel dan transparan.

“Pelayanan kesehatan harus berpegang pada prinsip good governance agar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Frans menyebut Pemkab Mimika memiliki komitmen kuat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, karena kesehatan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi pemerintah.
Ia menilai penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD (PPK-BLUD) di fasilitas kesehatan menjadi langkah tepat di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik.
“Pembentukan BLUD bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan secara efektif, efisien, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Frans.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 16 fasilitas kesehatan di Mimika yang menerapkan PPK-BLUD. Mimika juga menjadi satu-satunya kabupaten di Papua Tengah yang memiliki Puskesmas BLUD, PSC BLUD, serta Laboratorium Kesehatan Lingkungan berstatus BLUD di wilayah Papua.
Frans berharap rakor tersebut melahirkan rencana kerja tim pembina BLUD tahun 2026 serta memperkuat koordinasi antarunit.
“Mari jadikan Mimika rumah yang dipenuhi orang-orang sehat, produktif, damai, dan sejahtera,” tandasnya.

Target Puskesmas BLUD Capai Rp14 Miliar
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, mengatakan rakor digelar untuk mendengar laporan dan evaluasi tata kelola keuangan BLUD tahun 2025–2026 di tengah isu efisiensi anggaran.
Tim pembina BLUD dibentuk melalui SK Bupati Mimika Nomor 302 Tahun 2025, terdiri dari tim teknis, tim pengawas, tim keuangan, dan sekretariat.
Reynold menyampaikan, dari 13 Puskesmas BLUD, pihaknya menargetkan capaian penerimaan Rp14 miliar pada akhir 2025. Angka itu naik lebih dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp13 miliar atau 86 persen realisasi, dengan belanja mencapai 90 persen.
“Target 14 miliar bisa dicapai. Prognosis laporan keuangan menunjukkan kita mampu mencapai itu,” katanya optimistis.
Ia menjelaskan, sumber pendapatan terbesar Puskesmas BLUD berasal dari dana kapitasi, non-kapitasi, serta DAK fisik seperti BOK Puskesmas. Bahkan modal awal Puskesmas Timika yang diberikan Rp500 juta pada 2021 kini berkembang menjadi lebih dari Rp2 hingga Rp3 miliar.
Menurut Reynold, Puskesmas dapat memperluas layanan dengan bermitra bersama perusahaan atau lintas sektor agar program strategis seperti Pusjaki dan cek kesehatan gratis tetap berjalan.
“Sampai November, rata-rata penerimaan Puskesmas meningkat, berada di kisaran dua sampai tiga miliar per fasilitas,” ungkapnya.
Rencana Gandeng Akuntan Publik
Tahun depan, kata Reynold, Puskesmas BLUD berencana menjalin kerja sama dengan akuntan publik guna memperkuat penilaian kinerja keuangan setiap periode, selain audit rutin dari BPKP, BPK, dan Inspektorat.
“Ini sangat membantu Puskesmas karena tata kelola keuangannya fleksibel. Kalau di Dinkes memakai RKA, di BLUD menggunakan RBA,” jelasnya.
Ia berharap tim pengawas BLUD dapat memberikan masukan terkait efisiensi anggaran, termasuk menjaga ketersediaan obat dan memastikan program pelayanan seperti cek kesehatan gratis, quick wins melalui Pujaki, serta medical check-up tetap berjalan pada 2026. (Nlsn)






