Bupati JR: Pemimpin itu Dididik Dulu Baru Duduk Menjabat


Timika, KontenMimika.com – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan, untuk menjadi seorang pejabat harus melalui sejumlah proses dan tidak bisa sembarangan asal ditunjuk.

Demikian penegasan ini diungkapkan Bupati saat membuka pelatihan kepemimpinan yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Mimika di Kanguru, Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Rabu 24 September 2025.

Bupati menyoroti pegawai negeri yang sudah bertahun-tahun menduduki jabatan, namun ternyata belum mengikuti pendidikan.

“Bahkan, ada yang tiba-tiba loncat eselon II tetapi belum mengikuti pendidikan PKA dan PKP,” ungkapnya.

Menurut Bupati John Rettob, ASN seharusnya terlebih dahulu mendapatkan pendidikan barulah kemudian bisa mendapatkan mendapatkan kedudukan.

“Kita nanti ke depan, didik dulu baru duduk. Karena didik dulu baru duduk, merupakan satu evaluasi kepada PPK untuk melihat apa memang betul bisa dikasih jabatan atau tidak,” ucapnya.

Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) Angkatan III diikuti oleh 30 orang jabatan eselon III. Sedangkan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan III diikuti 38 orang jabatan eselon IV. Pelatihan ini bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua.

Bupati memberikan kesempatan luas kepada pegawai untuk terus berkarir ke jenjang yang lebih tinggi.

Kesempatan ini diberikan dengan tujuan agar pegawai bersangkutan dapat berinovasi untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Saya harap nanti nilainya semua bagus. Kalau nilai tidak bagus, minta maaf, yang tadinya menduduki jabatan, kita copot!” tegasnya.

Untuk menjadikan Mimika lebih baik, maka harus ada pejabat yang berkualitas yang memiliki kompetensi, Integritas, dedikasi, kreativitas, manajemen kepemimpinan dan yang terpenting adalah mentalitas.

Bupati menegaskan seorang pejabat tidak boleh memiliki mental acuh tak acuh, masa bodoh dan bermental amtenar atau merasa diri bos.

“Kalau mau jadi pejabat supaya jadi bos, minta maaf nanti ada penilaian-penilaian. Kita siap jadi pegawai negeri, kita siap jadi pejabat, karena kita siap menjadi pelayan masyarakat,” sebutnya.

Bupati John Rettob membeberkan, tugas pemerintah hanya dua. Pertama menjadi regulator dan yang kedua menjadi fasilitator.

Aparat Pemerintah harus dapat membuat kebijakan yang mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat melalui dua tugas tersebut.

“Jangan malah masyarakat yang memfasilitasi kita. Tidak boleh! Kita yang harus memfasilitasi rakyat,” tegasnya. (Admin)

Berita Terkait

Top