Konflik Kwamki Narama Memanas, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas Pemerintah Turun Lapangan
Lingkaran kekerasan berulang, warga damba solusi permanen.
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com – Situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali memanas. Konflik yang berkepanjangan telah menimbulkan korban jiwa dan rasa takut yang meluas di tengah masyarakat.
Warga setempat Dianus Omaleng, mengaku tidak lagi merasa aman untuk beraktivitas sehari-hari. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat hidup damai, kini justru diwarnai kekerasan yang terus berulang.
Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan kepada media, Dianus menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
Ia menilai, hingga saat ini pemerintah dan aparat keamanan belum menunjukkan langkah tegas untuk menghentikan konflik yang terjadi.
“Di tengah tangis keluarga korban, kami justru melihat pemerintah seakan diam. Penegakan hukum seperti tidak berjalan maksimal,” ujarnya.
Dianus menilai, aparat keamanan dan pemerintah daerah terkesan membiarkan konflik berlarut-larut, sehingga masyarakat berada dalam situasi saling menyerang tanpa perlindungan yang memadai.
Warga pun menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan. Pertama, mereka mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara tegas untuk menghentikan pertikaian dan memisahkan kelompok yang bertikai.
Selain itu, masyarakat meminta agar pemerintah daerah, turun langsung ke lapangan guna memediasi konflik dan mencari solusi yang konkret.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menyampaikan imbauan dari jauh. Kami butuh langkah nyata,” tegasnya.
Tak hanya itu, warga juga mendorong dilakukannya rekonsiliasi adat yang melibatkan tokoh adat, kepala perang, dan tokoh agama. Langkah ini dinilai penting untuk menghentikan siklus kekerasan dan mencegah konflik diwariskan ke generasi berikutnya.
Di sisi lain, masyarakat menegaskan bahwa keamanan merupakan hak dasar yang harus dijamin oleh negara. Mereka berharap kondisi segera dipulihkan agar warga dapat kembali bekerja dan anak-anak bisa bersekolah tanpa rasa takut.
“Kami tidak butuh janji. Kami butuh tindakan sekarang juga,” kata Dianus.
Warga berharap pemerintah dan aparat keamanan segera mengambil langkah konkret agar konflik di Kwamki Narama tidak semakin meluas dan menelan lebih banyak korban.
“Hentikan perang! Tegakkan kedamaian,” tandas surat terbuka Dianus Omaleng. (trm)






