Di Reses Dewan Mariunus Tandiseno, Warga Wonosari Keluhkan Pangkalan Minyak sementara Warga Arena Lama Minta Jalan Tembus SP 1


Timika, KontenMimika.com – Warga Wonosari Jaya, Distrik Wania, mengeluh hanya punya satu pangkalan minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga mereka jadi tidak tercukupi. Akibat minyak tanah langka dapur warga jarang mengebul.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Mimika, Mariunus Tandiseno, mengungkapkan warga di kelurahan itu sudah sekitar 6.000 kepala keluarga (KK), sedangkan pangkalan minyak tanah hanya punya kuota 4.000 liter per bulan. Sehingga kalau dibagi rata, hitungannya setiap 1 keluarga hanya kebagian 1/2 liter minyak tanah dalam sebulannya.

“Di Wonosari ada 22 RT, dengan kurang lebih enam ribu KK. Pangkalan minyak hanya satu di KUD saja, dalam sebulan sekali hanya 4 ton, tidak mencukupi,” ujar pria yang akrab disapa Pongke itu, usai menerima aspirasi warga dalam kegiatan Reses II DPRD Kabupaten Mimika Tahun 2023, yang digelar di RT 10, Jalur 7, Kampung Wonosari Jaya, Rabu (05/07/2023).

Menurut Pongke, yang merupakan Legislator peraih suara terbanyak di Pileg 2019 itu, Disperindag Mimika perlu merevisi pembagian wilayah pangkalan minyak tanah, sehingga lebih merata, jangan sampai warga ada yang dapat berlebihan sementara ada yang tidak sama sekali.

“Selain itu warga juga mengadu masalah penerangan jalan, kalau malam gelap sekali. Terus masalah lorong-lorong (jalan) yang belum di-tailing. Saya sudah usulkan untuk tahun 2024 ada 3 lorong yang akan ditailing,” ungkapnya.

Selain itu ada juga aspirasi warga yang meminta program air bersih hadir di wilayah mereka. “Mereka keluhkan air bersih. Pak ustadz tadi minta kalau bisa air bersih ada di masjid di kompleks warga Pasar Damai (relokasi). Saya usahakan,” sebutnya.

Dari Resesnya di hari yang sama, Pongke juga menyambangi warga di kompleks Irigasi, tepatnya di gang arena lama Jalan Hassanuddin. Di sana warga meminta lampu penerangan jalan, serta pembangunan jalan setempat tembus ke SP1.

“Tadi reses saya di lorong arena lama, mereka mengharapkan lampu penerangan dan jalan alternatif di situ bisa tembus SP1. Itu jalan yang sudah lama dibuka, tapi belum tembus. Kenapa sampai sekarang belum dibuat? Seharusnya itu sudah harus diaspal,” ungkapnya.

Terhadap aspirasi ini ia akan berupaya untuk meneruskan ke OPD teknis pemerintah. “Jalan di situ, mau tidak mau PU harus lihat dan diprioritaskan. Saya akan dorong supaya bisa pembahasan (APBD) tahun depan,” tandasnya.

Usai bertemu menjadi aspirasi dan keluhan warga, Pongke membantu warga dengan sembako, acara diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama.

+++++++++++++++++++++++++++++++++

Berita Terkait

Top