Pemkab Mimika Cetak 25 Pustakawan Muda, Literasi Didorong Tumbuh dari Kampung
KONTENMIMIKA.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong 25 pustakawan muda menjadi penggerak literasi di lingkungan masyarakat. Mereka diharapkan mengembangkan taman baca, rumah baca, hingga komunitas literasi tanpa harus menunggu tersedianya fasilitas besar.
Pesan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Yohana Paliling, saat menutup Pelatihan Pustakawan Muda di Kangguru Hotel, Jalan Cenderawasih, Timika, Rabu, 30 September 2026.

Yohana mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob dalam penutupan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 September 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika dengan menghadirkan narasumber dari Badan Perpustakaan Nasional dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika.
Sebanyak 25 peserta berasal dari kalangan pengelola taman baca, rumah baca, dan perpustakaan sekolah tingkat SMA.
Yohana mengatakan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan perlu diterapkan dalam kegiatan nyata. Para peserta diharapkan mengambil peran aktif membangun ruang belajar yang mudah diakses anak-anak dan masyarakat.
Menurut dia, gerakan literasi tidak harus dimulai dengan fasilitas besar. Lingkungan keluarga, kampung, kelurahan, sekolah, hingga komunitas pemuda dapat menjadi titik awal.
“Berakhirnya kegiatan pelatihan ini bukan berarti berakhir pula tanggung jawab dalam mengembangkan budaya literasi. Justru setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor, penggerak, dan inspirasi bagi pemuda lainnya,” kata Yohana.

Ia menilai pemuda memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah, bukan hanya sebagai generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan saat ini.
Karena itu, pengembangan kepemimpinan pemuda perlu menjadi perhatian bersama. Yohana juga mendorong generasi muda Mimika membangun semangat belajar, meningkatkan kualitas diri, serta memanfaatkan teknologi dan informasi secara bijaksana untuk kegiatan produktif.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun sumber daya manusia. Diperlukan koordinasi antara perangkat daerah, lembaga pendidikan, komunitas pemuda, penggiat literasi, dunia usaha, dan masyarakat.

Kepada Dispora Mimika, Yohana meminta agar pembinaan, pendampingan, dan evaluasi terhadap peserta terus dilakukan. Hasil pelatihan diharapkan ditindaklanjuti melalui program berkelanjutan agar manfaatnya menjangkau masyarakat lebih luas.
“Dari sebuah buku yang dibaca, lapak baca yang dibangun, dan sebuah kegiatan belajar yang dilakukan secara konsisten, dapat menumbuhkan harapan dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Penutupan kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dispora Mimika, Alberthin Timang. (nls)






