Serapan Dana Otsus Mimika Baru 41,93 Persen, Tahap Salur Berikutnya Terancam Tersendat
KONTENMIMIKA.com, Timika – Anggaran Otonomi Khusus (Otsus) Kabupaten Mimika belum terserap maksimal. Hingga akhir Agustus 2026, realisasi penggunaan dana Otsus baru mencapai 41,93 persen.
Angka tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Mimika meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola dana Otsus bergerak lebih cepat. Sebab, realisasi anggaran menjadi bagian penting dalam proses pengajuan penyaluran tahap berikutnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, Septinus Timang, mengatakan pemerintah daerah berharap dalam waktu dekat terjadi lonjakan realisasi sehingga proses penyaluran tahap kedua dapat segera diajukan.
“Kalau kita lihat sampai akhir Agustus, realisasi sudah 41,93 persen. Kita harapkan dalam satu minggu ini sudah ada progres sehingga kita bisa mengajukan untuk tahap salur yang kedua,” kata Septinus baru-baru ini.
22 OPD Berganti Pimpinan, Penyerapan Ikut Tersendat
Septinus mengungkapkan, salah satu persoalan yang memengaruhi lambatnya pelaksanaan program adalah pergantian pimpinan di sejumlah OPD.
Sekitar 22 OPD mengalami pergantian pimpinan. Kondisi itu membuat sebagian pejabat masih melakukan penyesuaian terhadap tugas, program, serta mekanisme pengelolaan anggaran yang harus dijalankan.
Di sisi lain, aturan pengelolaan dana Otsus juga semakin ketat. OPD harus memastikan setiap program sesuai dengan regulasi dan sistem perencanaan serta penganggaran pemerintah pusat.
“Kita harap di tataran teknis di bawah sudah harus bergerak. Mereka harus lebih proaktif supaya tahapan-tahapan ini bisa diproses,” ujarnya.
Jangan Sampai Dana Otsus Hanya Jadi Angka di APBD
Bappeda kini memperketat pengawasan terhadap OPD pengelola dana Otsus. Septinus mengatakan lembaganya memiliki fungsi pengendalian untuk memastikan program berjalan sesuai target.
“Dalam fungsi pengendalian, kita punya tugas dan wajib hukumnya untuk mengawal itu,” katanya.
Menurut dia, persoalan penyerapan tidak semata soal mengejar persentase. Dana Otsus harus benar-benar diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat kepada masyarakat Papua.
“Kita bicara orang Papua, kita bicara Otsus, kita bicara orang Papua yang ada di kampung. Jadi kita harap penyerapan itu lebih tepat sasaran ke masyarakat,” ujar Septinus.
Sistem Pusat Bikin Ruang Gerak Daerah Makin Terbatas
Persoalan lain muncul dari sistem pengelolaan anggaran yang kini semakin terintegrasi dengan pemerintah pusat.
Septinus menyebut pemerintah daerah harus menyesuaikan program dengan berbagai sistem, termasuk SIPD, SIKD, dan sistem perencanaan Bappenas.
Akibatnya, tidak semua usulan kebutuhan masyarakat yang telah dihimpun di daerah dapat langsung diterjemahkan menjadi kegiatan dalam anggaran Otsus.
“Di dalam nomenklatur yang ada di SIPD itu sudah ada semua. Tinggal kita lihat kegiatan-kegiatan apa yang diperuntukkan. Ketika usulan masyarakat yang kita harapkan bisa meng-cover kebutuhan mereka di kampung dikonsolidasikan dengan sistem yang ada di pusat, kadang tidak dapat,” katanya.
Menurut Septinus, persoalan tersebut bukan hanya dihadapi Mimika, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah daerah lainnya.
Pendidikan dan Kesehatan Mulai Dikebut
Sektor pendidikan dan kesehatan sebelumnya menjadi perhatian dalam evaluasi penyerapan dana Otsus. Namun, setelah dilakukan rapat dan asistensi, kedua sektor tersebut mulai menunjukkan perkembangan.
“Kita sudah beberapa kali rapat dan memberikan penegasan. Ketika asistensi dibuat, kita minta teman-teman harus komitmen,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah masih melakukan penyesuaian Standar Satuan Harga (SSH) dan standar biaya karena adanya perubahan kondisi ekonomi.
Septinus menegaskan OPD tidak boleh menunggu hingga akhir tahun untuk bergerak.
“Kalau uang itu berputar, masyarakat juga akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia optimistis realisasi anggaran akan terus meningkat sehingga proses penyaluran Otsus tahap berikutnya dapat dilakukan.
“Kita optimis. Kita harap kalau mereka bisa mencapai target, karena tadi sudah 41,93 persen pada akhir Agustus, sekarang progresnya sudah lebih baik sehingga kita bisa masuk ke tahap salur berikutnya,” kata Septinus. (vmr)






