Tangani 600 Anak Stunting, Puskesmas Timika Suplay 56 hari Makanan Bergizi Tinggi
Timika, KontenMimika.com – Puskesmas Timika dalam serius dalam penanganan kasus stunting yang pada tahun 2023 tercatat sebanyak 600 kasus.
Dalam intervensi penurunan angka stunting, Puskesmas Timika bekerja sama dengan stake holder lainnya menyediakan program pemberian makanan tambahan bernilai gizi tinggi berbasis pangan lokal.
Kepala Puskesmas Timika, dr. Mozes Untung saat ditemui di Posyandu Kasuari, Kelurahan Koperapoka, pada Senin 28 Oktober 2024 mengungkapkan, pemberian makanan tambahan itu selama 56 hari.
“Jadi pangan lokal diolah menjadi snack bernilai gizi tinggi yang gampang dikonsumsi anak-anak,” ujarnya.
Pemberian makanan tambahan dilakukan sampai berat badan dan tinggi badan kembali normal.
“Snack itu setiap hari diantarkan oleh petugas Puskesmas dan kader ke rumah-rumah bayi Balita yang menderita stunting,” sebutnya.
Lagi katanya, penderita stunting juga mendapat dukungan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika berupa bantuan telur dan daging ayam.
Angka 600 kasus stunting di wilayah Puskesmas Timika belum masuk dalam angka mengkhawatirkan lantaran dibanding dengan jumlah penduduk yang hampir 98 ribu jiwa.
“Kalau dipersentasikan, sebenarnya masih di bawah standar yang ditetapkan. Tapi itu menjadi peringatan bagi kita bahwa masih ada kejadian stunting di masyarakat,” ungkapnya.
Pihaknya menyimpulkan semakin banyak bayi balita yang dibawa ke pelayanan Posyandu maka angka stunting semakin menurun.
Hal ini berdasarkan pemetaan yang dilakukan di semua kampung dan kelurahan di wilayah Puskesmas tersebut.
“Ketika jumlah bayi Balita yang ditimbang lebih sedikit dibanding jumlah bayi Balita seluruhnya, maka angka stunting lebih tinggi karena yang ditimbang yang itu itu saja,” terang Mozes.
Mozes menjabarkan, penyebab terjadinya stunting salah satunya karena sanitasi yang buruk.
Menurutnya, di Timika ini sumber air bersih sangat susah. Sedangkan untuk mencegah stunting harus dimulai dengan dengan perilaku hidup sehat, seperti sebelum makan harus cuci tangan, mengonsumsi air bersih dan memiliki jamban yang sehat.
“Namun kenyataannya masih banyak keluarga yang belum memiliki jamban sehat. Hal-hal ini menjadi penyebab, karena penularan penyakit itu banyak terjadi karena air yang kurang bersih atau sanitasi yang kurang sehat,” jelasnya.
Selain itu penyakit-penyakit tertinggi yang dialami warga Mimika juga menyebabkan anak menderita stunting karena hidup di lingkungan orang yang sakit.
“Tingginya kasus penyakit malaria, TBC, diare, ISPA berulang-ulang menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kasus tunting dan kurang gizi,” tandas Mozes. (Admin)





