Dinas Kesehatan Mimika Gelar Lomba Balita Sehat 2026
KONTENMIMIKA.COM, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar Lomba Balita Sehat di Grand Tembaga Hotel, Jalan Yos Sudarso, Timika, Provinsi Papua Tengah, Selasa 15 September 2026.
Lomba yang diikuti oleh 41 Balita usia 9 sampai 59 Bulan ini bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Mimika, dan 10 Puskesmas dalam kota Timika.
Lomba dibuka Bupati Mimika Johannes Rettob diwakili Fransiskus Bokeyau, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Daerah (Setda) Mimika. Hadir Ketua Tim Penggerak PKK Mimika Susana Suzy Herawati Rettob.

Lomba Balita sehat merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan perhatian dan keperdulian terhadap kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, serta pemenuhan gizi Balita.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk memberikan motivasi kepada orang tua, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan a🍻gar semakin aktif dalam mendukung tumbuh kembang anak secara terukur,”ucap Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Carolina Heatubun saat membacakan laporan panitia.
Sementara itu, Frans dalam sambutannya menegaskan keluarga merupakan lingkungan pertama dan yang utama bagi seorang anak. Dari keluarga, anak memperoleh kasih sayang, perhatian, pembelajaran, pembiasaan hidup sehat, serta nilai-nilai dasar yang akan membentuk kepribadian dan masa depannya.
“Upaya membangun generasi yang sehat harus dimulai dari keluarga dan didukung oleh lingkungan masyarakat serta pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ucapnya.

Sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki karakter yang baik, menurutnya, tidak dapat dibentuk secara instan, melainkan dipersiapkan sejak usia dini, sejak masa kehamilan hingga periode awal kehidupan seorang anak.
Masa balita merupakan periode yang sangat menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa ini, jelas Frans, terjadi proses pertumbuhan fisik, perkembangan otak, pembentukan kemampuan motorik, perkembangan bahasa, kecerdasan, serta kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
“Masa balita merupakan periode yang sangat penting dan kritis dalam membentuk dasar kehidupan manusia yang sehat dan berkualitas,” ucapnya.
Pemenuhan kebutuhan gizi, pemberian ASI dan makanan pendamping, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, pemenuhan imunisasi, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, serta pemberian kasih sayang dan pengasuhan yang baik merupakan faktor-faktor yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang seorang anak.
Namum, tumbuh kembang anak, menurutnya, tidak hanya dipengaruhi oleh faktor gizi dan pelayanan kesehatan, tetapi juga sangat bergantung pada proses pengasuhan, perhatian, pendidikan, perlindungan, serta interaksi sosial yang diberikan oleh orang tua dan keluarga.
Lomba balita sehat yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, tegas Frans, merupakan salah satu bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan Balita.

Kegiatan ini tidak semata-mata dimaknai sebagai sebuah perlombaan untuk menentukan pemenang,. Lebih dari itu, kegiatan ini, tegasnya, merupakan sarana edukasi, pembelajaran, apresiasi, dan motivasi bagi orang tua serta masyarakat mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkesinambungan.
“Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus memperkuat pembangunan kesehatan masyarakat, termasuk dalam hal pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” tutupnya. (nls)






