Dinas Pendidikan Mimika Bagi 4 Tim Benahi Pengelolaan Pendidikan
Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR), semakin serius melakukan pembenahan di sektor pengelolaan pendidikan di Kabupaten Mimika. Lewat Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika yang kini dikepalai Plt. Kepala Dinas Willem Naa, telah membentuk 4 tim, yang dibagi-bagi tugasnya berkaitan dengan 4 pembagian wilayah pengembangan pendidikan, yaitu di dalam kota, pegunungan, pesisir barat dan pesisir timur Kabupaten Mimika.
“Kita mulai merubah pendidikan di Mimika. Saya sudah bentuk 4 tim, untuk menangani kaitan dengan pendidikan. Satu menangani di daerah pegunungan, kemudian di kota dan di timur (pesisir) dan barat (pesisir). Tim ini bersifat tetap, karena ada SK Bupati,” ujar Naa di hadapan media.
Nantinya tim ini akan menghimpun seluruh data riil di lapangan, sehingga segala perencanaan program pendidikan di dinas akan berdasarkan hasil kerja tim ini. “Menyangkut kondisi empat wilayah ini, sehingga kita melakukan program apa saja harus berdasarkan data dari tim,” jelasnya.
Ini merupakan komitmen dinas pendidikan untuk bekerja sesuai dengan target visi misi kepala daerah Omaleng-Rettob (Omtob), ‘Terwujudnya Mimika Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera’ serta untuk melaksanakan janji politik ‘Membangun dari Kampung ke Kota’.
“Mendukung visi misi kepala daerah menjadikan Mimika cerdas. Membangun dari kampung ke kota. Waktu ini kita pergunakan dengan baik. Dalam waktu dekat semua guru yang bekerja di dinas, badan dan kantor akan kembali mengajar di sekolah. Guru-guru ASN yang sebelumnya membantu yayasan, dikembalikan. Mengisi kekosongan di lima yayasan, tidak ada perbedaan. Mereka semua (yayasan pendidikan)membangun Kabupaten Mimika sebelum kita lahir mereka sudah fokus bangun Mimika,” sebutnya.
Lagi kata Willem Naa, operasional pendidikan di Sentra Pendidikan akan kembali dinormalkan, termasuk asrama tempat tinggal putra-putri asli Mimika menimba ilmu. “Sentra pendidikan, mudah-mudahan, tanggal 20 ke atas anak-anak sudah bisa kembali. Putra-putri, anak-anak Papua, terlebih suku Amungme dan Kamoro, mereka sudah korban selama 3 tahun,” lirihnya.
Dinas Pendidikan Mimika berkomitmen untuk terus berupaya mencetak SDM unggul Mimika, agar masa depan kelanjutan pembangunan di Mimika dapat berjalan dengan maksimal di tangan para generasi penerus bangsa dan daerah Mimika tercinta. “Kita sudah mekarkan provinsi ini, siapa yang mau kerja? Kita persiapkan mereka,” tandasnya.






