Mimika Timur Siapkan Lomba HUT RI ke-81 dan Yubileum Emas Mapurujaya
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Distrik Mimika Timur akan menggelar berbagai perlombaan untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus perayaan HUT ke-50 Mapurujaya.
Kepala Distrik Mimika Timur Raymond Tanser mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Mimika Johannes Rettob agar peringatan HUT RI dimeriahkan hingga ke tingkat distrik.
“Kami mulai bekerja hari Senin. Tanggal 17 Agustus harus dimeriahkan dengan lomba-lomba di setiap distrik. Ini sesuai instruksi Bupati,” kata Raymond saat ditemui usai kegiatan pengkajian cerita rakyat Suku Kamoro tentang Tete Mapuru di Kantor Distrik Mimika Timur, Jalan Poros Mapurujaya, beberapa waktu lalu.
Selain menggelar perlombaan, pemerintah distrik akan menata lingkungan dan memperbaiki sejumlah fasilitas di sekitar kantor distrik. Penataan meliputi pengecatan gapura dan tribun serta pembersihan lingkungan.
Usai peringatan HUT RI pada 17 Agustus, Distrik Mimika Timur akan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan perayaan HUT ke-50 Mapurujaya pada 19 Agustus. Perayaan tersebut akan dimeriahkan dengan sejumlah lomba, antara lain lomba seka, gerak jalan, makan kerupuk, dan tarik tambang.
Menurut Raymond, usia ke-50 tahun menjadi momentum penting bagi Mapurujaya karena menandai Yubileum Emas atau Golden Jubilee.
“HUT Mapurujaya sudah memasuki usia 50 tahun. Ini merupakan tahun emas bagi Mapurujaya dan Distrik Mimika Timur,” ujarnya.
Panitia dan sejumlah seksi kegiatan telah dibentuk untuk mempersiapkan perayaan tersebut. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Rampeani Rachman, dipercaya menjadi pengarah dalam pelaksanaan kegiatan.
Menjelang puncak perayaan, masyarakat dari lima kampung dan satu kelurahan di Distrik Mimika Timur akan mengikuti ritual adat berupa pukul tifa. Kegiatan itu direncanakan dimulai pada 18 Agustus pukul 13.00 WIT dan berlangsung hingga pagi hari.
“Masyarakat akan kami jemput untuk pukul tifa sampai pagi. Itu merupakan bagian dari adat mereka,” kata Raymond.
Panitia juga berencana mengundang masyarakat dari sejumlah kampung pesisir, seperti Atuka, Kokonao, Kekwa, dan Manasari. Undangan akan disampaikan pula kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Pelabuhan Poumako.
“Kami juga mengundang kampung-kampung di pesisir. Kalau mereka ingin datang, kami siap menjemput. Perusahaan-perusahaan di sekitar Poumako juga akan kami undang,” ujarnya.
Rangkaian peringatan HUT RI dan Yubileum Emas Mapurujaya akan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Lomba gerak jalan direncanakan diikuti pelajar tingkat sekolah menengah atas, sedangkan karnaval akan melibatkan siswa sekolah dasar.
Raymond mengatakan panitia masih akan mematangkan persiapan dan membahas kebutuhan anggaran bersama pihak terkait. Selain mengandalkan dukungan pemerintah daerah, panitia juga akan mengupayakan bantuan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Mimika Timur.
“Dana memang terbatas. Selain dari pemerintah daerah, kami juga akan mengupayakan dukungan dari perusahaan-perusahaan. Yang penting, kegiatan ini bisa berlangsung meriah bersama masyarakat. Antusias masyarakat juga sangat baik,” kata Raymond. (nls)






