Bupati JR Apresiasi Antusias Peserta dari Distrik Meriahkan Pawai Kebudayaan Pelajar di Perayaan HUT RI ke-81
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Antusiasme pelajar dari sejumlah distrik di Kabupaten Mimika mewarnai Pawai Kebudayaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 tahun. Sebanyak 130 grup dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Pawai Kebudayaan yang digelar Panitia Pelaksana HUT ke-81 RI Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) itu dipusatkan di pelataran Gedung Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Selasa 11 Agusrtus 2026.
Kehadiran peserta dari distrik-distrik menjadi salah satu bentuk antusiasme masyarakat dalam menyambut peringatan kemerdekaan. Mereka tampil mengenakan pakaian dan atribut budaya yang menjadi bagian dari semarak pawai.

Bupati Mimika Johannes Rettob yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi keterlibatan masyarakat, khususnya peserta dari distrik yang berada di sekitar Kota Timika.
“Tahun ini begitu banyak masyarakat Mimika, secara khusus distrik yang ada di sekitar Kota Timika, betul-betul antusias mengikuti semua kegiatan 17 Agustus. Terima kasih banyak untuk semua perhatiannya,” ujar Johannes.
Menurut dia, semangat masyarakat dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga terlihat dari berbagai perlombaan dan kegiatan yang digelar mulai tingkat rukun tetangga (RT), kelurahan, hingga distrik.
“Terlihat dengan jelas semangat kemerdekaan itu terpancar nyata di setiap lingkungan RT, kelurahan, hingga distrik. Semuanya bergerak aktif menyelenggarakan berbagai perlombaan dan kegiatan kemasyarakatan,” katanya.


Orangtua ikut meramaikan pawai
Bupati JR juga mengapresiasi keterlibatan para guru dan orangtua yang mendampingi siswa selama mengikuti pawai.
Menurut dia, antusiasme tidak hanya terlihat dari peserta dan guru pendamping. Banyak orangtua turut hadir untuk mengantar dan mendampingi anak-anak mereka selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak yang ikut karnaval dengan pakaian budaya ini luar biasa. Ternyata membuat kita senang. Tadi ada yang bilang, lebih banyak pengantar. Itu karena dong sayang anak-anak,” kata Johannes.
Ia berharap jumlah peserta Pawai Kebudayaan dapat bertambah pada pelaksanaan tahun berikutnya.
“Tahun depan saya berharap lebih banyak lagi grup pesertanya,” ujarnya. (nls)





