Kajian Cerita Rakyat Suku Amungme Ditutup, Pemkab Mimika Siapkan Pengkajian Suku Kamoro


TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Pemerintah Kabupaten Mimika menutup Kajian Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan Cerita Rakyat Suku Amungme di Kantor Distrik Mimika Baru, Kamis, 30 Juli 2026.

Kajian yang berlangsung selama empat hari itu dilaksanakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Mimika bekerja sama dengan tim ahli Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Papua.

Kegiatan menghadirkan tokoh adat, tokoh masyarakat, pegiat budaya, dan budayawan Suku Amungme dari Distrik Kuala Kencana, Kwamki Narama, dan Mimika Baru. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi video.

Sekretaris Disbudparekraf Mimika Daniel Orun mengatakan kajian tersebut berfokus pada cerita rakyat Suku Amungme di wilayah Mimika Timur, khususnya Marga Ilimang.

“Kajian ini bertujuan agar cerita rakyat Suku Amungme dapat terdokumentasi dengan baik dan diketahui oleh generasi penerus,” kata Daniel.

Menurut dia, dokumentasi budaya penting agar anak-anak Suku Amungme tidak kehilangan pengetahuan tentang cerita dan warisan leluhur mereka.

Setelah kajian Suku Amungme, Disbudparekraf Mimika bersama tim ahli Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Papua akan melanjutkan pengkajian cerita rakyat Suku Kamoro di sejumlah distrik pesisir, antara lain Iwaka, Mimika Timur, dan Atuka.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (LEMASA), Sem Bukaleng, mengatakan hasil kajian diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat, terutama generasi muda Suku Amungme.

“Kalau tidak didokumentasikan, anak-anak akan lupa. Karena itu, budaya dan adat harus didokumentasikan dengan benar agar dapat menjadi bahan pembelajaran,” ujar Sem.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika tidak hanya mendokumentasikan, tetapi juga mempromosikan budaya Suku Amungme melalui berbagai kegiatan pemerintah.

Sem juga mengusulkan pembangunan sanggar budaya di kampung-kampung Suku Amungme sebagai ruang pelestarian adat, pemberdayaan masyarakat, serta pembelajaran bagi generasi muda.

“Kegiatan ini jangan berhenti sampai di sini. Budaya orang Amungme harus dipromosikan agar dikenal oleh masyarakat luas,” katanya. (nls)

Berita Terkait

Top