Bupati Mimika Minta PKK Susun Program Realistis dan Tepat Sasaran
TIMIKA, KONTENMIMIKA.com — Bupati Mimika Johannes Rettob meminta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika menyusun program kerja yang realistis, dapat dilaksanakan, serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Johannes, program yang disusun tidak perlu muluk-muluk. Yang terpenting, program tersebut memiliki target yang jelas dan dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau bikin program jangan muluk-muluk. Nanti indikator kinerjanya hanya lima persen, 10 persen, atau 20 persen. Tetapi buat program yang pasti bisa dilakukan dan dibutuhkan oleh masyarakat, pasti hasil kinerjanya akan baik,” kata Johannes saat membuka Rapat Kerja (Raker) I TP PKK Kabupaten Mimika di Grand Tembaga Hotel, Timika, Senin, 3 Agustus 2026.

Raker tersebut mengusung tema “Penguatan Kelembagaan dan Sinergitas Menuju Gerbang Emas (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera)”.
Johannes mengatakan PKK merupakan organisasi yang memiliki jaringan luas hingga menjangkau tingkat keluarga. Menurut dia, jangkauan tersebut menjadi kekuatan PKK dalam membantu pemerintah menjalankan program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau di pemerintahan hanya sampai tingkat rukun tetangga. Dharma Wanita Persatuan urusannya hanya istri-istri pegawai dan bapak-bapaknya saja. Begitu pula organisasi lain yang mengurus internal masing-masing. Tapi kalau PKK, dia urus sampai ke dalam rumah,” ujarnya.
Karena itu, Johannes berharap para peserta dapat memanfaatkan Raker untuk menyerap pengetahuan dari para pemateri dan menerapkannya dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan TP PKK Mimika yang selama kurang lebih satu tahun terakhir aktif mendampingi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Kegiatan PKK, kata dia, telah menjangkau wilayah perkotaan hingga kampung-kampung.
“Luar biasa. Kami apresiasi karena sudah membantu kami turun ke lapangan sampai ke kampung-kampung. Tidak pergi ke Jakarta jalan-jalan lagi. Ini bagus. Sepertinya TP PKK lebih sibuk daripada bupati dan wakil bupati,” kata Johannes.
Ia berharap TP PKK terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah melalui kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala distrik, dan pihak terkait lainnya.
Menurut Johannes, PKK dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah daerah. Berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, termasuk kebutuhan perumahan dan kebutuhan dasar lainnya, diharapkan dapat diteruskan kepada dinas terkait melalui pemerintah distrik.
“Saya berharap PKK membantu pemerintah melalui dinas-dinas terkait. Apa yang menjadi kebutuhan dan keperluan masyarakat dapat disampaikan kepada kami,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika, kata Johannes, juga akan menyalurkan dukungan anggaran kepada masing-masing distrik untuk mendukung pelaksanaan program PKK di tingkat distrik. Selanjutnya, pemerintah distrik akan menghibahkan anggaran tersebut kepada kelurahan.
“Nanti distrik akan menghibahkan uang itu kepada kelurahan. Tetapi untuk kampung-kampung sudah ada dana desa yang memang dialokasikan khusus untuk PKK,” katanya.
Johannes berharap Raker I dapat menghasilkan program kerja yang terukur dan disertai rencana aksi yang jelas. Setelah program disusun, ia meminta TP PKK Kabupaten dan distrik kembali menggelar pertemuan untuk mempresentasikan hasil penyusunan program serta langkah pelaksanaannya.
“Kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga output, outcome, dan manfaatnya terlihat. Indikator kinerjanya juga harus jelas. Ini yang paling penting dalam penyusunan program,” kata Johannes.

Raker I TP PKK Mimika dibuka Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Sekretaris Daerah Mimika Abraham Kateyau, Ketua TP PKK Mimika Susana Suzy Herawati Rettob, serta Wakil Ketua TP PKK Mimika Perina Kula Kemong.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli TP PKK Provinsi Papua Tengah Martina Eha, para kepala distrik se-Kabupaten Mimika, ketua organisasi perempuan dan organisasi profesi, pengurus TP PKK Kabupaten Mimika dan distrik, serta perwakilan PT Freeport Indonesia.
Sebanyak 190 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 67 pengurus TP PKK Kabupaten Mimika dan 123 pengurus TP PKK dari 18 distrik.
Sejumlah narasumber turut memberikan materi, antara lain Dr. Leonard Pardede, Staf Ahli TP PKK Provinsi Papua Tengah Martina Eha, Kepala Dinas Pendidikan Mimika Antonius Welerubun, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Mimika Abdul Haris Sudharmono, serta pendamping psikologi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika, Aryanti Christin P. Yoku. (nls)





