Pemkab Mimika Mulai Rancang Potowayburu sebagai Kota Pertumbuhan Baru
Sesi foto bersama dalam pembukaan kegiatan Dinas PUPR Mimika. (Foto: Ai/ Kontenmimika.com).
TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menyusun arah pengembangan Potowayburu sebagai kawasan pertumbuhan baru yang terencana dan berkelanjutan. Langkah awal itu ditandai dengan Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Potowayburu di Hotel Horison Diana Mimika, Kamis, 20 Agustus 2026.
Seminar tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan Distrik Mimika Barat Jauh, perancang, tokoh adat, tokoh masyarakat, peserta, dan media.
Membacakan sambutan Bupati Mimika Johannes Rettob, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santi Sondang, mengatakan perencanaan Potowayburu memiliki arti strategis bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan kawasan tersebut.

Menurut dia, pembangunan kota pertumbuhan baru tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik. Perencanaan harus menjadi pijakan untuk mengatur perkembangan wilayah secara terpadu dan berkelanjutan.
“Perencanaan Kota Pertumbuhan Baru bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya kita menyiapkan arah perkembangan dan pertumbuhan wilayah yang terencana, terpadu, berkelanjutan, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar sambutan bupati.
Pemerintah Kabupaten Mimika, kata Santi, ingin Potowayburu berkembang dengan tata ruang yang baik dan ditopang infrastruktur yang memadai. Kawasan itu juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi dan investasi, memperluas pelayanan publik, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Namun, pengembangan Potowayburu perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Aspek lingkungan, sosial, dan budaya masyarakat setempat juga harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan perencanaan.
Karena itu, seminar pendahuluan menjadi forum untuk menyatukan pandangan, menggali potensi, mengidentifikasi persoalan, dan merumuskan arah pembangunan yang realistis sekaligus visioner.
“Perencanaan yang kita lakukan hari ini harus mampu menjadi fondasi bagi pembangunan Potowayburu dalam jangka panjang,” kata Santi.

Ia juga meminta seluruh peserta memberikan masukan agar perencanaan dilakukan secara partisipatif dan inklusif. Menurutnya, pembangunan kawasan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Santi turut mengapresiasi pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam proses awal perencanaan, termasuk para narasumber yang hadir untuk memberikan materi dalam seminar.
Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan Potowayburu menjadi kawasan yang maju, tertata, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat serta generasi mendatang.
Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Potowayburu kemudian dibuka secara resmi atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika. (ai)






