Cegah Sakit ATM, Wabup Mimika Minta Dana Kampung Perkuat Aksi Preventiv


KONTENMIMIKA.com, Timika — Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, meminta pemerintah distrik dan kampung memperkuat penggunaan dana kampung untuk mendukung aksi preventif atau pencegahan dan pengendalian AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria (ATM).

Pesan itu disampaikan Emanuel saat membuka Pertemuan Forum Penguatan Kemitraan Lintas Sektor Tingkat Kampung dalam Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria Kabupaten Mimika 2026 di Hotel Horison Diana Mimika, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut diikuti kepala puskesmas, kepala distrik, kepala kampung, pengurus Forum Kemitraan PP ATM, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan insan media.

Emanuel mengatakan penanganan AIDS, TBC, dan malaria tidak dapat dibebankan kepada sektor kesehatan. Ketiga penyakit tersebut berkaitan dengan produktivitas masyarakat, kondisi sosial ekonomi, kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan daerah.

“Masalah kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria, merupakan tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata,” kata Emanuel.

Menurut dia, pemerintah perlu memperkuat kerja sama dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan warga hingga tingkat kampung.

Forum kemitraan, kata Emanuel, harus menghasilkan lebih dari sekadar pertemuan. Data perlu disatukan, program diselaraskan, dan pembagian peran diperjelas agar langkah penanganan di lapangan lebih terarah.

Dana Kampung

Emanuel menempatkan kampung sebagai titik penting dalam upaya pencegahan penyakit ATM. Ia meminta kepala distrik dan kepala kampung memastikan program kesehatan mendapat tempat dalam perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan.

“Kampung merupakan ujung tombak pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Oleh sebab itu, intervensi kesehatan harus diperkuat mulai dari tingkat kampung,” ujarnya.

Intervensi tersebut dapat berupa promosi kesehatan, pencegahan, penemuan kasus secara dini, pendampingan masyarakat, serta penciptaan lingkungan yang sehat.

Emanuel juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam menentukan program dan anggaran. Menurut dia, kebijakan kesehatan akan sulit tepat sasaran jika tidak ditopang gambaran yang jelas mengenai persoalan di masyarakat.

“Jangan sampai kita memiliki program dan anggaran, tetapi tidak didukung oleh data yang jelas mengenai persoalan dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.

Ia berharap setiap hasil pertemuan segera diterjemahkan menjadi rencana aksi, pembagian tugas, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi. Dengan begitu, pemerintah dapat mengukur program yang telah berjalan dan memperbaiki intervensi yang belum mencapai target.

Selain pencegahan dan pengobatan, Emanuel meminta masyarakat tidak memberikan stigma dan diskriminasi kepada orang yang terdampak AIDS, TBC, maupun malaria.

“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pertolongan justru merasa takut untuk memeriksakan diri atau mendapatkan pengobatan karena adanya stigma dan diskriminasi,” ujarnya.

Menurut Emanuel, edukasi publik perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan, pengobatan, pendampingan, dan kepedulian sosial dalam memutus mata rantai penyakit.

Pemkab Mimika, kata dia, berkomitmen membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia juga mengapresiasi Adinkes yang telah memfasilitasi pelaksanaan forum tersebut.

Pertemuan Forum Penguatan Kemitraan PP ATM Kabupaten Mimika 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong. (ai)

Berita Terkait

Top