Dari Honai Belajar Tembagapura, Polisi Menanamkan Semangat Anak Mengejar Cita-cita
KONTENMIMIKA.com, Tembagapura — Buku tulis dan alat belajar memenuhi sebuah ruang di Polsek Tembagapura, Kabupaten Mimika, Selasa pagi, 18 Agustus 2026. Sejumlah anak duduk berhadapan dengan pendamping. Mereka membaca, menulis, dan berhitung.
Suasana belajar berlangsung sederhana. Sesekali anak-anak menjawab pertanyaan, kemudian kembali mengerjakan latihan. Tidak ada suasana kelas yang kaku.
Ruang belajar itu merupakan bagian dari program Honai Belajar Gratis yang diinisiasi Polsek Tembagapura. Kegiatan tersebut mendapat dukungan personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026.
Sejak pukul 08.45 WIT, anak-anak mengikuti pembelajaran dasar membaca, menulis, dan berhitung. Pendamping menggunakan metode interaktif agar proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Bagi anak-anak, ruang belajar di kantor polisi itu bukan sekadar tempat menambah pengetahuan. Kehadiran anggota polisi membuat mereka mengenal sosok aparat dalam suasana yang lebih dekat dan bersahabat.
Orang tua pun menyambut kegiatan tersebut. Desi, salah seorang orang tua siswa, mengatakan Honai Belajar membantu anak-anak mendapatkan waktu tambahan untuk belajar sekaligus meringankan orang tua dalam mendampingi pendidikan mereka.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian, khususnya Polsek Tembagapura dan Satgas Damai Cartenz yang sudah membantu anak-anak kami,” kata Desi.
Menurut dia, anak-anak menikmati kegiatan tersebut karena dapat belajar bersama dalam suasana yang menyenangkan.
Dalam kegiatan itu, personel Satgas Operasi Damai Cartenz ikut mendampingi anak-anak. Mereka tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga berbincang dan memberikan motivasi.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun masa depan anak-anak Papua.
“Kami mengapresiasi inisiatif Polsek Tembagapura dalam menghadirkan Honai Belajar bagi anak-anak,” ujar Faizal.
Menurut dia, kehadiran Satgas di tengah masyarakat tidak semata berkaitan dengan keamanan. Kegiatan sosial menjadi salah satu cara membangun komunikasi dan hubungan yang lebih dekat dengan warga.
“Kami ingin kehadiran personel Satgas juga dirasakan melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan dukungan terhadap kegiatan pendidikan merupakan bagian dari pendekatan humanis yang dikembangkan Satgas.
Ia berharap keterlibatan personel dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong anak-anak terus mengejar cita-cita.
Setelah pelajaran selesai, anak-anak dan personel polisi tidak langsung berpisah. Mereka makan siang bersama. Suasana berubah lebih cair. Percakapan tentang membaca dan berhitung berganti dengan cerita dan canda.
Momen sederhana itu memperlihatkan sisi lain hubungan anak-anak dengan polisi. Aparat yang biasanya ditemui dalam konteks keamanan hadir sebagai pendamping belajar dan teman makan.
Honai Belajar Gratis pada akhirnya bukan hanya tentang pelajaran di ruang kelas. Program tersebut menjadi ruang perjumpaan antara anak-anak, orang tua, dan aparat untuk membangun dukungan terhadap pendidikan.
Dari mengeja kata, menghitung angka, hingga makan bersama, pesan yang ingin ditanamkan sederhana: anak-anak berhak belajar, tumbuh, dan memiliki cita-cita.
Polsek Tembagapura bersama Satgas Operasi Damai Cartenz berharap ruang belajar tersebut terus menjadi tempat yang menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, dan kecintaan anak-anak terhadap pendidikan. (trm)






