Kapolda Papua Tengah Pilih Jalur Damai Cari Tujuh Warga Jila, Pemkab Bentuk Timsus Libatkan Warga Suku Nduga dan Amungme


TIMIKA, KontenMimika.com – Pemerintah Kabupaten Mimika membentuk tim khusus untuk mencari keberadaan tujuh warga Jila yang hingga kini belum diketahui. Sebelumnya mereka diberitakan disandera KKB sejak 17 Agustus 2026, berjumlah 9 orang perempuan.

Pemerintah bersama aparat keamanan memilih pendekatan persuasif dan kekeluargaan untuk membuka komunikasi dengan pihak-pihak terkait sekaligus mencegah munculnya konflik baru.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengatakan persoalan tersebut bermula dari laporan keluarga yang menyebut tujuh warga itu diambil secara ilegal dari orang tua mereka.

“Kewajiban kita bahwa awal itu kan diambil secara ilegal, tanda kutip, dari orangtuanya. Yang komplain kan orangtuanya. Mau anaknya iya dan tidak, kita sementara lakukan pendekatan,” kata Jermias, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Jermias, penyelesaian melalui komunikasi dan pendekatan damai perlu dikedepankan. Ia mengingatkan persoalan tersebut berpotensi berdampak lebih luas karena Jila berbatasan dengan Kabupaten Nduga dan terdapat warga asal Nduga yang menetap di Mimika.

“Dampaknya akan besar di Mimika ini. Ingat, ini berbatasan dengan Kabupaten Nduga. Di sini juga ada warga yang asalnya dari suku Nduga. Kenapa enggak kita pakai cara-cara damai untuk menyelesaikan persoalan ini?” ujarnya.

Kapolda Minta Semua Pihak Menahan Diri

Jermias mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat Jila maupun warga asal Nduga yang berada di Mimika.

Ia berharap komunikasi lintas masyarakat dapat membuka ruang penyelesaian tanpa menimbulkan ketegangan baru.

“Saya optimis, mudah-mudahan kita jalan. Pemda punya kewenangan untuk warga Jila, kita bicara baik-baik dengan Kabupaten Nduga, warga di Nduga yang ada di sini, kita komunikasikan,” katanya.

Kapolda juga meminta semua pihak menjaga situasi keamanan dan tidak mengambil tindakan yang berpotensi memicu konflik.

“Tinggal mohon doanya saja kita bisa selesaikan ini dengan damai. Jangan ada konflik sudah, kita sudah capek dengan konflik,” ujar Jermias.

Tim Khusus Libatkan Keluarga Nduga dan Amungme

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan pemerintah daerah telah membentuk tim khusus untuk membantu proses komunikasi dan pendekatan terkait keberadaan tujuh warga tersebut.

Tim melibatkan unsur keluarga serta masyarakat Nduga dan Amungme. Pelibatan kedua unsur masyarakat ini diharapkan mempermudah komunikasi melalui pendekatan budaya dan kekeluargaan.

“Kami sudah membentuk tim khusus dari keluarga, baik keluarga masyarakat Nduga maupun masyarakat Amungme untuk bisa berkoordinasi dengan baik,” kata Johannes.

Menurut dia, upaya menyampaikan pesan perdamaian telah dilakukan sebelumnya, termasuk melalui kegiatan bakar batu bersama masyarakat.

“Bahkan sebelum kita melakukan itu mereka sudah pernah kita bakar batu di sini untuk menyampaikan hasrat bahwa semua harus damai, mereka semua kembali. Sudah kita lakukan itu,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap komunikasi yang dibangun dapat membuka jalan bagi kepulangan tujuh warga tersebut kepada keluarga dalam kondisi aman.

“Mudah-mudahan, kita tunggu waktunya saja,” kata Johannes.

Berita Terkait

Top